Warga Desa Adat Batununggul Nusa Penida Gelar Pasraman Kilat: Tumbuhkan Kecintaan Budaya

Masyarakat Desa Adat Batununggul, Nusa Penida saat menggelar pasraman kilat sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya. (Foto : ist)

Beritabalionline.com – Entitas Budaya di Bali yang menyatu pada kegiatan masyarakat adat di Bali. Meski begitu tantangan pasti ada lebih pada zaman globalisasi yang serba cepat akibat digitalisasi. Memfilter hal itu dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung menggelar pasraman kilat selama tiga hari dari tanggal 20 sampai 22 Januari 2023.

Menurut Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika dihubungi terpisah, Senin (23/1/2023) menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pasraman kilat yang sudah berakhir Mingggu (22/1/2023), bahwa pelaksanaan Pesraman Kilat sebagai wujud kegiatan sosial masyarakat krama tidak terlepas dari kualitas baik budaya dan spiritual khususnya di Bali upakara. Berbicara upakara pasti ada unsur seni dan budaya. Nah, pasraman adalah langkah awal dari pengenalan sejak dini bagi anak-anak yang pertama yaitu merasa senang dan lega dulu bagi anak-anak, setelahnya baru memasukan materi-materi yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

Pasraman sengaja disinkronisasi dengan waktu jeda anak-anak sekolah kebetulan libur Hari Raya Suci Siwalatri, waktu yang bagus untuk melakukan kegiatan pasraman. Dalam tiga hari, materi pasraman baik berupa tentang seni tari sakral, pelengkap upakara, dan juga pengetahuan tentang Hari Raya Suci Siwalatri.

Pengenalan budaya, kata Dewa Anom hal yang prinsip untuk ditumbuhkan bagi anak-anak yang selama ini mereka hanya sebatas melihat berbagai kegiatan adat maupun upakara di desa adat. Sekarang, pasraman adalah waktu yang tepat bagi anak-anak mengetahui lebih mendalam baik pengetahuan tentang Hari Raya, upakara dilanjutkan dengan praktek.

BACA JUGA:  Pos Polisi Padang Galak Diamuk Si Jago Merah, Pengguna Jalan Dibuat Panik

Namanya anak-anak tentu modenya berubah-rubah cenderung berubah, materi disajikan tentunya mengikuti pola mereka hal ini untuk menyeimbangkan gairahnya dengan lomba yang lagi viral belakangan ini lato-lato dan tentunya diberikan hadiah sebagai apresiasi.

“Pasraman kilat Desa Adat Dalem Setra Batununggul yang kita gelar bernama Pasraman Widya Sundaran dalam kegiatan melibatkan Penyuluh Basa Bali, penyuluh Agama Hindu serta insan seni yang ada di desa adat setempat,” ungkap Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika. (itn)