KPK Ajak Sektor Swasta Aktif Cegah Korupsi

Plt. Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding. (FOTO : ist)
Beritabalionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) mengajak sektor swasta untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan Korupsi.
“Hal ini tidak terlepas dari data statistik penanganan perkara hingga semester 1 tahun 2022, di mana jumlah tersangka pelaku korupsi terbanyak yang ditangani KPK adalah sektor swasta termasuk di dalamnya pelaku usaha, yaitu berjumlah 367 orang,” ucap Plt. Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding melakukan siaran pers, Kamis (24/11/2022).
Tingginya angka korupsi yang melibatkan pelaku sektor swasta merupakan gambaran kontraproduktif yang terjadi di Indonesia.
Di balik angka tersebut, sektor swasta khususnya badan usaha merupakan lini yang besar kontribusinya dalam pembangunan Indonesia.
Menurutnya, lingkungan bisnis yang tidak berintegritas akan membuat kompetisi menjadi tidak sehat, investasi terhambat, dan pada akhirnya merugikan masyarakat karena tersendatnya lapangan pekerjaan.
“Oleh karenanya, KPK mendorong pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk membangun dunia usaha dengan penuh integritas serta mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam upaya pencegahan korupsi, KPK mendorong badan usaha mengimplementasikan sistem manajemen anti penyuapan (SMAP). KPK juga memberikan bimbingan pembangunan sistem pengendalian organisasi pada badan usaha.
Kemudian melakukan pemantauan, evaluasi, rekomendasi, dan diseminasi pencegahan korupsi di sektor swasta. KPK turut melakukan pendekatan baik dari individu, korporasi, maupun lingkungan usaha.
Dijelaskan, beberapa keberhasilan KPK di tahun 2022 khususnya untuk memberikan kepastian regulasi dan kepastian dalam berusaha di sektor kepariwisataan. (agw)
BACA JUGA:  Jokowi Hapus Aturan Karantina tapi Tetap Wajib Tes PCR, Ini Alasannya