BNN Bali Bekuk Tiga WNA Pemilik Ratusan Gram Kokain Jaringan Internasional

BNN Bali rilis penanganan tiga warga asing pengedar kokain sindikat internasional. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Tiga warga negara asing (WNA) berinisial CHR (29) asal Inggris, PED (35) asal Brazil dan JO (39) asal Meksiko yang ditangkap dengan hampir satu kilogram kokain rupanya jaringan sindikat internasional.

“Mereka adalah jaringan sindikat internasional yang mengedarkan narkotika di Pulau Bali,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra, Jumat (5/8/2022) di Denpasar.

Pihaknya saat ini sedang mendalami asal barang haram tersebut. Namun diduga berasal dari Eropa karena jalur narkotika, khususnya jenis kokain ini spesifik diproduksi di kawasan Amerika Latin.

“Dari kawasan Amerika Latin kemudian menuju ke Eropa, dan dari Eropa disebar ke negara-negara dan salah satunya melalui Negara Indonesia,” tuturnya saat konferensi pers di Kantor BNNP Bali.

Dijelaskan, tertangkapnya para pelaku berkat kerja sama BNNP Bali dengan Imigrasi Bali dan Bea dan Cukai Bali NTB-NTT.

Pelaku yang ditangkap pertama adalah CHR di sebuah villa di Jalan Raya Tumbak Bayuh, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Kamis (21/7/2022) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dari tangan pelaku, petugas menyita 30 plastik klip berisi kokain dengan berat 443,56 gram netto. Setelah dilakukan pengembangan pada pukul 23.00 Wita, petugas menangkap PED di sebuah rumah di Jalan Raya Semat, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Di sana ditemukan barang bukti narkotika berbagai jenis. Yaitu, kokain seberat 194,81 gram netto, hasis seberat 9,26 gram netto dan ganja seberat 1,52 gram netto.

Esok harinya, Jumat (22/7/2022) sekitar pukul 00.15 Wita, petugas gabungan kemudian menangkap JO di sebuah villa di Jalan Pura Warung, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

BACA JUGA:  Mantan Napi Narkotika Asal Jerman akan Dideportasi dari Bali

Dalam penangkapan, ditemukan kokain seberat 206,22 gram netto, MDMA seberat 34,05 gram netto, dan
ganja seberat 1 gram netto.

“Dari hasil pengembangan yang dilakukan akhirnya diketahui bahwa mereka ini memang satu jaringan,” beber Brigjen Pol. Gde Sugianyar. (agw)