Money Changer Bodong Kerap Tipu Wisatawan, Ini Komentar Bendesa Adat Kuta

Petugas keamanan Desa Adat Kuta saat sidak money changer. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista mengaku geram dengan banyaknya tempat penukaran uang atau money changer tak berizin berada di wilayahnya.

“Kita di Desa Adat bukan melarang money changer beroperasi, asal mereka memiliki izin yang lengkap,” tuturnya di sela sidak gabungan, Kamis (4/8/2022) di Kuta, Badung.

Wayan Wasista mengungkapkan, tidak sedikit pengusaha money changer bodong berbuat jahat. Ketika ada wisatawan asing yang tengah menukar uang, mereka sengaja melakukan kecurangan sehingga merugikan wisatawan.

“Pada saat mereka melakukan penipuan kemudian kita datangi, di sana mereka kembalikan uang wisatawan. Kalau tidak kita datangi, hilang uang wisatawan. Ini kan merusak citra pariwisata Kuta,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pembersihan terhadap money changer-money changer bodong yang sangat meresahkan bersama instansi terkait.

Bahkan, pihak Desa Adat Kuta juga mendorong agar pemilik money changer bodong yang kedapatan melakukan penipuan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kuta sudah bersatu dan bangkit melawan. Hari ini dan seterusnya akan terus kita tutup mereka yang membandel,” tegasnya.

Ditambahkan pula, dalam sidak hari ini, pihaknya bersama BI, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Satpol PP, keamanan desa, Forum Kuta Bersatu, LBH Kuta Bersatu dan seluruh pihak terkait lainnya telah memasang 17 striker yang menyatakan money changer tersebut ditutup.

Sementara I Gusti Agung Kadek Suryananta dari LBH Kuta Bersatu mengatakan, pihaknya akan menindak tegas apabila money changer yang tidak berizin tetap beroperasi.

“Kita akan tindak tegas jika mereka tidak mengindahkan segel dari pihak BI dan Polri. Terima kasih atas semua pihak yang sudah ikut terlibat dalam sidak hari ini,” ujarnya. (agw)

BACA JUGA:  Sempat Mangkir, Polisi Tetapkan Bos PT GSI sebagai Tersangka