KPK Perpanjang Penahanan Bupati Non-aktif Bogor Ade Yasin

Bupati Bogor Ade Yasin yang terjaring OTT KPK. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Bupati non-aktif Bogor Ade Yasin (AY). KPK memperpanjang penahanan Ade Yasin untuk mengusut kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Tahun Anggaran 2021.

“Untuk kebutuhan proses penyidikan, tim penyidik KPK telah memperpanjang masa penahanan AY dan lainnya selama 40 hari ke depan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

Ali mengatakan, Ade Yasin masih akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Selain Ade Yasin, tersangka lain dalam kasus ini juga penahanannya diperpanjang, yakni Sekretaris Dinas PUPR Kab. Bogor Maulana Adam ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kab. Bogor Ihsan Ayatullah ditahan di Rutan Rutan KPK pada Kavling C1, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kab. Bogor Rizki Taufik ditahan di Rutan pada Gedung Merah Putih.

Sementara Kasub Auditorat Jabar III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar Anthon Merdiansyah ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur, Ketua Tim Audit Interim BPK Kab. Bogor Arko Mulawan ditahan di Rutan pada gedung Merah Putih.

Ali mengatakan, perpanjangan penahanan terhadap mereka dilakukan lantaran KPK masih membutuhkan waktu mengumpulkan alat bukti dengan pemanggilan saksi-saksi.

“Penahanan lanjutan ini terhitung 17 Mei 2022 sampai dengan 25 Juni 2022,” terang Ali. (itn/mdc)

BACA JUGA:  Ashanty Dikabarkan Positif Omicron Sepulang Liburan dari Turki