Luhut Sebut Kasus Omicron di Indonesia Masih Terkendali

Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan terjadi tren penurunan kasus konfirmasi harian Covid-19 di DKI Jakarta, Banten, dan Bali dalam sepekan terakhir. Hal ini dibarengi dengan menurunnya angka hospitalisa di di Jakarta dan Bali.

“Kasus Omicron di Indonesia masih terkendali. Meskipun penambahan kasus sudah melebihi trend Delta, namun kondisi rawat inap dan kematian jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta beberapa waktu lalu,” terang Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (21/2/2022).

“Tidak ada hal yang perlu di khawatirkan hingga hari ini,” sambungnya.

Kendati begitu, kata dia, mulai terlihat adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang datang dari tenaga kesehatan. Luhut menyebut kelompok tenaga kesehatan yang paling banyak terinfeksi yakni, perawat, tenaga penunjang hingga manajemen rumah sakit.

Dia memastikan pemerintah telah mewaspadai hal ini. Luhut menututkan pemerintah sudah meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengawasan penggunaan dan pengetatan Alat pelindung diri.

“Serta menyiapkan fasilitas penginapan khusus untuk menghindari kontak erat dengan keluarga,” ucap Luhut.

Sebagai informasi, kasus COVID-19 di Indonesia pada Minggu, 20 Februari 2022, bertambah sebanyak 48.484 jiwa. Berkurang sebanyak 9.000 kasus dibanding Sabtu, 19 Februari 2022, yang mencapai 59.384 jiwa.

Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penambahan kasus Covid hari ini berasal dari pemeriksaan 434.535 spesimen selama 24 jam terakhir.

Di sisi lain, kasus aktif COVID-19 RI bertambah sebanyak 15.448 sehingga jumlahnya menjadi 536.358 jiwa. Dan, 24.900 berstatus suspek Corona.

Adapun penambahan kasus sembuh dari COVID-19 pada hari ini sebanyak 32.873 jiwa. Total sudah 4.514.782 jiwa yang dinyatakan sembuh dari penularan Virus Corona.

BACA JUGA:  Lukas Enembe Resmi Ditahan KPK dan Langsung Dibantarkan di RSPAD Gatot Subroto Karena Sakit

Namun, dari penambahan kasus meninggal, terjadi penambahan sebanyak 163 jiwa. Jumlahnya sampai dengan hari ini menjadi 146.365 kasus. (itn)