WHDI Denpasar Bantu Alat Prokes untuk Pedagang Canang dan Tukang Suwun

WHDI Kota Denpasar serahkan bantuan alat Prokes kepada pedagang Canang di Pasar Badung. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar menyerahkan bantuan alat protokol kesehatan (Prokes) kepada 20 orang Pedagang Canang yang ada di Pasar Badung, Jumat (18/2/2022).

Kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT ke-234 Kota Denpasar dan memperingati Ulang Tahun ke-34 WHDI Kota Denpasar. Hal ini disampaikan Seketaris WHDI Kota Denpasar Luh Made Kusuma Dewi.

Menurutnya, dalam menghadapi pandemi saat ini, alat protokol kesehatan sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19. Bantuan alat protokol kesehatan yang diberikan berupa sabun ,masker, sabun cuci tangan , dan hand sanitaizer.

Lebih lanjut dikatakan, selain kepada pedagang canang, bantuan yang sama juga akan diberikan kepada 20 ‘tukang suwun’ atau buruh angkut yang ada di Pasar Badung di Pasar Nyanggelan Desa Adat Panjer, Pasar Poh Gading, dan Pasar Waringin Anggabaya,  Penatih.

“Dalam kegiatan sosial ini juga dilakukan sosialisasi protokol kesehatan untuk wanita Hindu yang melayani kebutuhan upakara umat Hindu, dalam hal ini pedagang canang dan tukang suwun,” ujarnya.

Dijelaskan, keberadaan pedagang canang yang mempunyai peran penting khususnya dalam memenuhi kebutuhan upakara bagi umat Hindu yang tidak pernah putus setiap harinya, menjadikan peluang ini sebagai salah satu sumber pendapatan bagi wanita Hindu untuk menunjang ekonomi keluarga.

Terkait hal itu WHDI Kota Denpasar sebagai lembaga yang mewadahi aktivitas wanita Hindu tergerak untuk ikut memberikan motivasi kepada pedagang canang dan juga tukang suwun.

“Pedagang canang menjadi perhatian kami WHDI, terlebih dalam situasi pandemi saat ini. Kami ingin mengajak ibu ibu pedagang canang dan juga tukang suwun yang ada di pasar-pasar tradisional untuk tetap menjaga kesehatan dengan disiplin mengikuti Prokes,” demikian Kusuma Dewi, sembari menambahkan bantuan alat Prokes ini difasilitasi oleh BPBD Kota Denpasar. (tik)

BACA JUGA:  Dalam 6 Bulan Terakhir, di Denpasar Terjadi 285 Kasus Lakalantas