Satgas Sebut Kasus Covid-19 Gelombang Ketiga Melonjak Tajam Dibanding Kedua

Ilustrasi Covid-19.

Beritabalionline.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan lonjakan kasus positif Covid-19 pada gelombang ketiga yang dipicu varian Omicron lebih cepat dibandingkan gelombang kedua. Saat gelombang kedua, lonjakan kasus dipicu varian Delta.

“Kasus positif nasional pada gelombang tiga ini, melonjak tajam lebih cepat dibanding gelombang kedua,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (15/2/2022).

Wiku membandingkan kenaikan kasus positif Covid-19 mingguan saat ini dengan puncak gelombang kedua. Pada puncak gelombang kedua, kasus Covid-19 mingguan sebanyak 350.000.

Sementara saat ini, kasus Covid-19 mingguan sudah menyentuh angka 290.000 kasus. Padahal puncak gelombang ketiga diperkirakan baru terjadi pada dua pekan mendatang.

“Bahkan jumlah kenaikan mingguan di minggu lalu hampir mencapai jumlah saat puncak kedua saat varian Delta,” kata dia.

Kenaikan kasus positif saat ini diikuti kematian akibat Covid-19. Namun kabar baiknya, kenaikan kasus kematian masih jauh lebih rendah dibanding puncak gelombang kedua.

Data pekan lalu, penambahan kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 505 orang. Sementara saat puncak gelombang kedua mencapai lebih dari 1.200 orang meninggal.

“Walaupun demikian, nyawa tetaplah nyawa yang tidak tergantikan,” tegasnya.

Wiku mengajak semua pihak untuk menekan penularan Covid-19. Dia mengingatkan, saat ini penyumbang kematian Covid-19 terbanyak adalah kelompok rentan.

“Mencegah agar tidak tertular adalah cara terbaik untuk menyelamatkan nyawa, terutama orang di sekitar kita yang lanjut usia, penderita komorbid, dan tidak atau belum mendapatkan vaksin,” tandasnya. (itn)

BACA JUGA:  Selain Kerangkeng Manusia, KPK Temukan Satwa Dilindungi di Rumah Bupati Langkat