Setahun Diburu, Sari Soraya yang Nekat Rusak Kunci Vila Diringkus di Kuta

Petugas Tabur Kejaksaan Tinggi Bali mengamankan Sari Soraya Ruka. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali berhasil meringkus seorang wanita bernama Sari Soraya Ruka yang sejak setahun terakhir ini menjadi buronan.

Usai diamankan di salah satu tempat perbelanjaan mewah di Kuta, Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 18.00 Wita, Soraya yang saat itu menggunakan baju putih dan celana pendek putih langsung dijebloskan ke LP Perempuan Kerobokan.

Diketahui pula, terpidana bukan hanya sekali ini saja masuk ke LPP Kerobokan. Tapi sebelumnya dia juga sudah pernah mendekam di penjara selama 9 bulan atas kasus manipulasi data kependudukan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan (Kasipenkum) Kejati Bali, A. Luga Herlianto. “Benar, sebelumnya yang bersangkutan pernah diadili atas kasus lain, ” jelasnya, Senin (17/1/2022).

Lantas, kasus pengerusakan seperti apa yang membuat wanita cantik yang beralamat di Perumnas Pondok Cemara, Jakarta hingga harus menjadi buronan kejaksaan?

Luga Herlianto menjelaskan, kasus pengerusakan yang dilakukan Soraya ini berawal saat dia bersama suaminya menyewa vila milik I Wayan Suwena yang beralamat di Seminyak.

“Terpidana bersama suaminya menyewa vila selama 16 tahun mulai dari tanggal 6 November 2003 sampai 6 November 2028 dengan perjanjian setiap tahun dilakukan pembayaran sebesar Rp23 juta,” terang pria yang akrab disapa Luga.

Tapi dalam perjalanan, terpidana Soraya pada tahun 2007 tidak lagi membayar vila yang disewa itu. Karena tidak mampu membayar, Soraya lalu menemui pemilik vila pada 1 Juli 2017.

“Saat itu dibuatlah perjanjian penghentian sewa menyewa antara Soraya dan juga pemilik vila,” ungkap Luga. Lalu vila yang tidak lagi disewa oleh Soraya ini, disewakan oleh pemilik kepada warga asing.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Residivis yang Hendak Pesta Ganja saat Hari Nyepi

Nah, pada bulan April 2013 pada saat penyewa vila sedang berada di negaranya, Soraya datang tanpa izin langsung masuk ke vila itu dengan merusak kunci dan mengganti gagang kunci pintu dengan kunci lain.

Tak hanya itu, Soraya juga merusak dan mengganti keramik di lantai vila yang menyebabkan penyewa vila mengalami kerugian. (sar)