Wagub Kalsel Belajar Penanganan Stunting dan Wasting ke Bali

Wagub Cok Ace saat menerima audiensi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Muhiddin di Kantor Gubernur Bali. (foto: ist)

Beritabalionline.com -Kesuksesan Bali dalam menurunkan serta mempertahankan prevalensi stunting (tinggi badan yang rendah untuk berat badan anak) dan wasting (berat badan yang rendah untuk tinggi badan anak) terendah se-Indonesia, menarik perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhiddin untuk belajar ke Bali.

 

Dia pun langsung menemui Wagub Bali Prof Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) bertempat di ruang tamu Wakil Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (14/1/2022).

 

“Saya sebelumnya ke Jakarta, bertemu dengan BKKBN untuk membicarakan masalah stunting dan wasting di Kalsel. Atas arahan dari BKKBN yang memuji kinerja Bali, maka saya pun berkunjung ke sini dan ingin belajar langsung,” jelas Wagub Muhiddin dalam pertemuan yang juga dihadiri oKabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Anak Agung Sagung Mas Dwipayani MKes.

 

Lebih lanjut, Wagub Muhiddin menjelaskan bahwa Provinsi Kalsel selama ini menduduki posisi ke-28 tingkat stunting di Indonesia. Dia mengakui pihaknya terus berupaya menekan angka tersebut, namun keberhasilan daerah lain tentu juga patut dicontoh untuk mempercepat program pencegahan serta penuntasan masalah stunting di Kalimantan Selatan.

Selain itu, dia juga memuji kinerja Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Bali yang bisa dikatakan sukses. “Apalagi ditambah capaian vaksin yang 100 persen lebih, itu luar biasa, kami di Kalimantan Selatan baru mencapai 70 persen untuk dosis pertama,” tutupnya.

 

Menanggapi penjelasan Wagub Kalsel, Wagub Cok Ace pun menyampaikan apresiasi serta mengatakan bahwa Bali selalu menganut sistem integrasi hingga tingkat desa bahkan banjar dalam setiap programnya. Begitu juga dengan penanganan stunting dan wasting, tidak lepas dari peran pemerintah desa dan desa adat hingga banjar sehingga permasalahan bisa cepat terselesaikan.

BACA JUGA:  Ny Putri Koster Persilakan Masyarakat Beraktivitas Normal Asal Terapkan Prokes

 

“Bali sudah berhasil mencapai tingkat stunting dan wasting terendah dari tahun 2018, ini tentu kinerja semua pihak,” ujarnya. Begitu pun mengenai penanganan Covid-19 di Bali. Tokoh Puri Ubud ini pun mengatakan bahwa Pemprov Bali membentuk Satgas Penanganan Covid-19 hingga tingkat desa. Sehingga segala program penanggulangan serta protokol kesehatan bisa terkontrol hingga di lingkup terkecil.(bbo)