Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok, Polresta Denpasar & Bulog Lakukan Ini

Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat saat operasi pasar. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polresta Denpasar menggelar operasi pasar. Kegiatan yang dilakukan bersama Bulog Bali dan Disperindag Kota Denpasar ini untuk mengawasi penjualan harga kebutuhan bahan pokok di masyarakat.

“Operasi untuk melakukan pengawasan penjualan sembako dari Bulog seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan lain-lain,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, Jumat 14/1/2022) di Pasar Badung, Denpasar.

Kasatreskrim menerangkan, operasi pasar yang dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari perintah Kapolda Bali agar Polresta Denpasar mengawasi dan mencegah melonjaknya harga sembako.

Ditanya apakah ada kemungkinan terjadi penimbunan oleh oknum sehingga mengakibatkan sebagian harga kebutuhan pokok di pasar naik, Kompol Mikael Hutabarat menyatakan pihaknya belum menemukan hal itu.

“Terkait dengan dugaan adanya penimbunan-penimbunan kebutuhan pokok, sejauh ini belum diketemukan. Namun demikian kami tetap melakukan penyelidikan di setiap daerah yang ada,” terangnya.

Kadis Perindag Kota Denpasar I Nyoman Sri Utari menerangkan, terkait dengan kenaikan harga minyak goreng di pasaran disebabkan kenaikan harga dasar dari bahan minyak goreng itu sendiri.

“Sehingga dengan kenaikan harga dasar, otomatis berdampak terhadap kenaikan harga di pasaran,” jelasnya.

Namun demikian kata Utari, untuk bahan pokok selain minyak goreng sampai saat ini masih dalam keadaan aman dan tidak ada kenaikan.

Sementara Manajer Bisnis Perum Bulog Bali Muhammad Husin mengatakan, dalam operasi pasar pihaknya menyediakan gula pasir, minyak goreng, beras premium dan daging kerbau.

“Gula dan beras masing-masing setengah ton, minyak goreng 500 liter dan daging kerbau 250 kg,” jelasnya.

Untuk gula pasir dijual Rp12,5 ribu sementara harga di pasaran harganya sekitar Rp14 ribu, minyak goreng dijual Rp19,5 ribu per kilogram, sedangkan di pasaran harganya menyentuh Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram.

BACA JUGA:  Kadisnaker Gianyar Ekspor Dupa ke Amerika

Operasi pasar yang berlangsung di pelataran Pasar Badung mendapat antusias dari masyarakat. Bahkan tak sedikit yang belanja dalam jumlah banyak karena harganya lebih murah. (agw)