Antisipasi Gelombang Omicron, IDI Sarankan Pemerintah Batasi Mobilitas

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. (FOTO : istimewa)

Beritabalionline.com – Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih mendorong pemerintah mulai merencanakan peningkatan level PPKM untuk mengantisipasi gelombang Omicron. Pasalnya, penularan virus tersebut sangat cepat.

“Peningkatan level PPKM itu harus mulai direncanakan pemerintah untuk membatasi mobilitas, kalau tidak nanti meskipun ini ringan kecepatan penularannya tinggi dan mobilitas faktor yang mendorong penularan akan lebih cepat,” saran Daeng dalam diskusi polemik trijaya ‘bersiap hadapi gelombang omicron’, Sabtu (15/1/2021).

Menurut dia, mobilitas yang tinggi membuat Omicron semakin mudah menjalar. Masyarakat usia produktif maupun lansia pun bakal cepat terpapar akibat mobilitas yang tinggi tersebut.

“Sebenarnya kalau usia (produktif) begitu dari segi daya tahan tubuh tidak lebih jelek dari lansia komorbid, itu lebih ke arah mobilitasnya memang tinggi,” kata Daeng.

“Oleh karena itu sudah mulai di atur pengaturan dari leveling PPKM yang pemerintah sudah memiliki jurus-jurus itu,” imbuhnya.

Lebih jauh, Daeng meminta pintu masuk dari luar negeri di perketat karena varian Omicron merupakan imported case seperti Delta. Dari data di Indonesia, 75 persen kasus Omicron berasal dari PPLN.

“Ini mengisyaratkan bahwa memang dan sebaiknya tetap kita perketat itu yang dari luar kalau enggak nanti volumenya nambah lagi, meski sekarang sudah transmisi lokal, tapi kalau volume yang dari luar lebih banyak itu lebih masif, harus diperketat itu,” demikian Daeng. (itn)

BACA JUGA:  Indonesia akan Kedatangan 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca pada Maret 2021