Polda Bali Selidiki Kasus Penipuan yang Dialami Artis Ibu Kota

AKBP I Made Witaya menunjukkan bangunan milik sang artis. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali tengah melakukan penyelidikan kasus penipuan jual beli property yang dialami artis Ibu Kota berinisial IS.

“Saat ini tengah dilakukan penyelidikan guna mendalami siapa saja yang terkait dengan kasus tersebut,” kata Kasubdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali AKBP I Made Witaya, Senin (10/1/2022) di Denpasar.

Made Witaya menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika sang artis membeli sebuah bangunan di wilayah Kampial, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung pada Februari 1996 silam.

Ia membeli bangunan seluas 137 m2 tersebut dengan harga Rp38,6 juta dengan cara dicicil dan telah dibayar lunas.

Dua tahun kemudian atau pada Februari 1998, ia menerima kunci yang diserahkan oleh Direktur PT. Bali Lysta Karya Utama. Selanjutnya bangunan sempat didiami oleh korban dan keluarganya selama kurang lebih 6 bulan.

Masih di 2018, korban mendengar informasi bahwa bangunan miliknya telah ditempati oleh orang lain. Ia lantas melapork ke kepala lingkungan setempat dan selanjutnya melapor ke Polda Bali pada Februari tahun 2019.

“Saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penyitaan dokumen dan kasusnya sudah naik ketahap sidik. Sementara kita juga sedang memeriksa saksi dari BPN, notaris terkait dengan peralihan hak dan akta jual beli,” terang Made Witaya.

Ditambahkan, hasil penyidikan diduga kuat bangunan tersebut telah diperjualbelikan dan sementara pihaknya masih menyelidiki kaitannya dengan proses peralihan dari bangunan tersebut.

“Dari hasil penyidikan sementara ini bahwa benar telah dijual, sementara masih kami selidiki terkait proses peralihannya baik itu di notaris maupun BPN,” jelasnya.

Terkait dengan peningkatan status terlapor berinisial HR, perwira dengan dua melati di pundak ini, juga menjelaskan untuk proses penyidikan terlapor sudah dipanggil dan untuk dimintai keterangan pada 7 Februari 2020.

BACA JUGA:  Ketangkap Kembali Mencuri, Kaki Residivis Dihadiahi Timah Panas

Namun karena terlapor dalam keadaan sakit diabetes, sehingga keterangannya belum bisa terlengkapi.

“Terlapor sempat menerangkan tidak membuat dan menandatangani AJB,” paparnya didampingi Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Bali AKBP I Made Rustawan.

Ditambahkan pula, kedepan akan dilakukan pemeriksaan saksi AJB (Akta Jual Beli), saksi-saksi lain dan memeriksa BPN Kabupaten Badung untuk selanjutnya melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka. (agw)