Kasus DBD Meningkat, Ini Imbauan Dinkes Karangasem Kepada Warga

FSalah satu pasien DBD yang dirawat di RSUD Karangasem. (FOTO : dsk/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus deman berdarah dengue (DBD)di Kabupaten Karangasem pada bulan November dan Desember 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan hingga awal Januari 2022, sejumlah pasien DBP masih menjalani  perawatan. Warga terjangkit DBD didominasi pria dan warga usia produktif.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, Rabu (5/1/2022) di Karangasem.  Ia mengatakan, total hingga Desember 2021 ada 184 kasus DBD, dengan angka penambahan kasus bulan November dan Desember 2021 tercatat 32 kasus. Angka ini meningkat dari bulan November dan Desember 2020 sebanyak 19 kasus.

“Meski kasus di bulan November dan Desember terbilang lebih tinggi dari tahun 2020, namun secara kumulatif terjadi penurunan. Di tahun 2020 angka warga terjangkit DBD mencapai 919 kasus,” ungkap Pertama.

Lebih lanjut dikatakan, kasus DBD biasanya akan meningkat di bulan Oktober sampai Februari. Untuk menghindari lonjakan kasus, semua pihak harus melakukan langkah pencegahan khususnya di 4 bulan tersebut.

“Beberapa langkah yang dapat dilakukan warga secara mandiri adalah 3M plus 1, menguras, menutup dan mengubur serta mengantisipasi gigita nyamuk, ” ujarnya.

Ditambahkan, dalam upaya penanganan DBD pihaknya juga telah menekankan kepada seluruh petugas kesehatan di Karangasem untuk melakukan pemeriksaan dengan cermat. Selain itu melakukan langkah penyelidikan epidimologi.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui penanganan yang perlu dilakukan di lingkungan warga terjangkit. “Jika memang memerlukan dilakukan foging, kami akan lakukan segera,” janjinya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pihak desa untuk mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD. Dengan demikian antisiapsi pencegahan lonjakan kasus DBD di tingkat desa dapat dilakukan. (dsk)

BACA JUGA:  Khawatir Virus Corona, DPRD Provinsi Minta Pemda Berikan Informasi Akurat