Selama Covid Belum Berakhir, Kasus Narkotika di Bali Diprediksi Meningkat

Kepala BNN Provinsi Bali saat memaparkan pengungkapan kasus narkoba. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menyatakan, Bali masih menjadi wilayah rawan dan pasar potensial penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

“Secara penyebaran yang diungkap, peredaran narkotika tidak hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan atau daerah tujuan wisata, namun juga ditemukan di pedesaan,” kata Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra yang dikonfirmasi, Minggu, (2/1/2022) di Denpasar.

Menurutnya, kasus peredaran narkotika di wilayah Bali pada tahun 2022 bukannya  menurun, namun diprediksi bakal meningkat.

Pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap kondisi perekonomian menjadi faktor terbesar untuk mendorong sebagian masyarakat menjadi pelaku narkoba.

“Pariwisata Bali diprediksi tidak akan pulih dalam waktu dekat, dan hal ini berpengaruh besar pada cara masyarakat mencari penghasilan,” tuturnya.

“Sehingga akan ada trend mengambil jalan singkat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan menjadi pengedar atau kurir narkotika,” sambungnya.

Di tahun 2021 jelasnya, BNN Provinsi Bali beserta jajaran telah mengungkap 43 kasus dengan 50 orang tersangka mulai dari bandar, pengedar, kurir maupun pemakai narkoba.

Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 2,8 kilogram, 106 butir ekstasi, 79,4 kilogram ganja plus satu pohon, DMT (dimethyltryptamine) seberat 1,1 kilogram dan 138 gram ganja sintetis. (agw)

BACA JUGA:  Bawa Sabu, BNN Gianyar Bekuk Jaringan Lapas