238 Napi di Bali Terima Remisi Natal, 2 Langsung Bebas

Proses pemberian remisi khusus untuk narapidana penghuni salah satu Rutan di Bali. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Ratusan narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di seluruh Bali menerima remisi khusus bertepatan dengan Hari Natal 2021.

“Narapidana di Provinsi Bali yang menerima remisi khusus sebanyak 238 orang, dari jumlah tersebut 2 orang di antaranya dinyatakan langsung bebas. Keduanya merupakan Warga Binaan dari Lapas Kerobokan,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Sabtu (25/12/2021) di Denpasar.

Penyerahan remisi khusus Hari Raya Natal Tahun 2021 terang Jamaruli adalah suatu hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diberikan oleh negara bagi yang telah memenuhi syarat atau berprilaku baik.

Lanjutnya, remisi khusus atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana dan anak pidana sesuai agama yang dianutnya.

“Pemberian remisi khusus dengan ketentuan jika suatu agama mempunyai lebih dari satu hari besar keagamaan dalam setahun, maka yang dipilih adalah hari besar yang paling dimuliakan oleh penganut agama yang bersangkutan,” terangnya.

Dijelaskan, syarat-syarat pemberian remisi sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor : 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia Nomor M.09.HN.02.01 Tahun 1999 tentang pelaksanaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

BACA JUGA:  Cegah Balap Liar, Satlantas Polresta Denpasar Gelar Operasi Dini Hari

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2018 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Juga Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

“Tentunya remisi ini diberikan kepada WBP yang sudah memenuhi kriteria dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku selama masa pembinaan di pemasyarakatan,” ucapnya.

Adapun remisi yang diberikan kepada 125 narapidana Lapas Kelas IIA Kerobokan, 20 narapidana penghuni Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, 48 narapidana penghuni Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, 9 orang narapidana Lapas Kelas IIB Karangasem, 7 narapidana Lapas Kelas IIB Tabanan, 6 narapidana Lapas Kelas IIB Singaraja.

Kemudian 2 orang narapidana LPKA Kelas II Karangasem, 10 narapidana penghuni Rutan Kelas IIB Bangli, 9 narapidana Rutan Kelas IIB Gianyar, dan 2 orang narapidana Rutan Kelas IIB Negara. (agw)