Gereja di Denpasar Terapkan Prokes Ketat saat Perayaan Malam Natal

Gereja Katedral Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Perayaan ibadah malam Natal yang dilaksanakan di sejumlah gereja di Denpasar, Bali, berlangsung ketat terutama dari segi penerapan protokol kesehatan (prokes), seperti yang terlihat di  Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Maranatha Denpasar, penerapan prokes dilakukan secara ketat.

Setiap jemaat yang mengikuti ibadah diwajibkan terlebih dahulu melakukan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi. Demikian pula pengaturan jarak duduk setiap bangku dalam satu barisan maksimal diisi tiga orang.

Tak hanya itu, panitia juga memberlakukan persembahan dari jemaat menggunakan aplikasi QR Indonesia Standard (QRIS) besutan Bank Indonesia.

Namun dalam prosesi ibadah, kotak persembahan tetap dibawa ke depan altar untuk didoakan. Dalam ibadah malam Natal pertama, Jumat (24/12/2021) pukul 17.00 WITA dipimpin oleh pendeta Yvonne Layla Makatita.

Untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan usai ibadah, jemaat yang berada di barisan paling belakang diminta meninggalkan gereja. Kemudian diikuti oleh barisan di depannya.

“Untuk ketertiban ibadah Natal, ibadah malam akhir tahun, dan ibadah tahun baru 2022, maka kami imbau untuk mematuhi Prokes pemerintah dan Majelis Sinode,” kata petugas warta jemaat.

Untuk diketahui, pelaksanaan Hari Raya Natal 2021 dan Libur Tahun Baru 2022, pemerintah melakukan sejumlah pengaturan aktivitas masyarakat yang termuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021. Regulasi itu mengatur tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru 2022. (tik/itn)

BACA JUGA:  Pemprov Bali-Pelindo Jalin Kerjasama Manfaatkan Hasil Kerukan untuk Pematangan Lahan