Pengetatan akan Dilakukan Jika Kasus Covid-19 Lebih dari 500 Orang/Hari

Ilustrasi pemakaian masker cegah penularan virus Covid-19.

Beritabalionline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah telah menyiapkan tindakan darurat apabila angka kasus Covid-19 melonjak. Menurut dia, pengetatan akan dilakukan jika kasus Covid-19 di Indonesia lebih dari 500 per hari.

“Kami menggunakan threshold 10 kasus per juta penduduk per hari atau setara dengan 2.700 kasus per hari. Tapi kami akan memulai melakukan pengetatan ketika kasusnya melebihi 500 dan 1.000 kasus per hari,” kata Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (20/12/2021).

Selain itu, kata dia, pengetatan akan dilakukan apabila perawatan rumah sakit dan tingkat kematian nasional maupun provinsi berada di level 2. Untuk saat ini, Luhut mengatakan pemerintah akan tetap memberlakukan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-4 untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

“Pemerintah akan tetap melakukan PPKM level sebagai basis pengetatan kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Luhut menuturkan tingkat penularan Covid-19 saat ini masih berada di bawah 1. Kasus aktif virus corona dan perawatan pasien Covid-19 rumah sakit menunjukkan penurunan.

“Tapi ingat angka ini bisa melonjak dalam waktu satu minggu saja pengalaman kita waktu pada bulan Juli yang lalu,” jelas Luhut.

Disisi lain, dia meminta masyarakat untuk tak bepergian ke luar negeri untuk mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia. Luhut mengingatkan bahwa saat ini varian Omicron sudah masuk ke 90 negara, termasuk Indonesia.

“Penelitian ada yang menunjukkan varian ini menyebar lebih cepat dan meski kemungkinan lebih ringan tapi resiko peningkatan perawatan rumah sakit sebagaimana yang terjadi di UK itu juga sangat berbahaya,” demikian Luhut. (itn)

BACA JUGA:  Kemenhub Sebut Puncak Arus Mudik Terjadi pada H-2 Lebaran