Aktivis Anak Ini Ngaku Kecewa Laporannya Tak Ditanggapi Wali Kota Denpasar, Ini Penjelasan Kabag Humas

Siti Sapura alias alias Ipung (kiri) saat mengadu ke Kantor Wali Kota Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com  – Aktivis anak dan juga seorang pengacara Siti Sapura alias alias Ipung mengaku kecawa berat dengan sikap Walikota Denpasar yang tidak merespons pengaduannya. Ini disampaikan Ipung kepada wartawan, Minggu (12/11/2021) di Denpasar.

Ipung mengatakan, surat pengaduan yang ditujukan ke Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara sudah dilayangkan sejak hari Kamis (29/11/2021), tapi hingga berita ini ditulis belum juga dapat tanggapan apa apa.

“Jujur saya kecewa dengan Walikota yang sama sekali tidak merespons pengaduan saya sebagai warga Denpasar,” ujar Ipung dengan nada kecewa. Ipung mangatakan, sebagai Walikota seharusnya tanggap dengan persoalan yang dialami oleh warganya.

Yang membuat Ipung heran, mengapa pengaduannya tidak direspons, padahal katanya, kalau mau jujur, selama ini dia bersurat ke Kapolri, Kompolnas bahkan Menteri selalu ada jawaban dan jawaban yang disampaikan pun tidak butuh waktu lama.

“Paling tidak surat saya dibalas lah, masa sudah hampir dua minggu surat saya seperti dibiarkan saja tanpa ada tanggapan sama sekali. Jadi saya merasa Walikota terkesan abai dengan persoalan warganya,”ungkap Ipung.

Lantas apa yang diadukan Ipung ke Wali Kota Denpasar? Tentang ini Ipung belum mau mengungkapnya saat ini dengan alasan agar masalahnya tidak meluas atau membias sehingga membut orang lainnya menjadi tidak nyaman.

“Apa isi pengaduan saya belum bisa buka sekarang, karena kalau saya beberkan sekarang, nanti ada pihak ketiga yang merasa tersinggung atau tersakiti,” terang Ipung.

Namun yang pasti, Ipung mengatakan bahwa, dia mengadukan persoalan yang dialami ke Walikota ini dengan harapan bisa dicarikan solusi atau paling tidak mencari jalan tengah atas persoalan yang dialaminya.

BACA JUGA:  Pemkab Klungkung Anggarkan Dana Rp4 Miliar untuk Angkutan Siswa Gratis Tahun 2022

Tak hanya itu, Ipung juga mengultimatum pihak ketiga yang selama ini bermasalah dengannya untuk bisa menyelesaikan persoalannya setidaknya hingga, Senin (13/12/2021).

“Kalau tidak ada etikat baik dari pihak ketiga untuk menyesaikan persoalan dengan saya, maka saya akan meringim surat langsung ke instansi terkait dan melaporkan sebagai tindak pidana penggelapan dan penipuan,” pungkas Ipung.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Denpasar I Dewa Gde Rai saat dikonfirmasi terkait pengadukan yang diadukan Ipung membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima surat pengaduan itu.

“Benar ada pengaduan dan kami telah menerima pengaduan itu,” jawab pejabat yang akrab disapa Dewa Rai saat dihubungi, Minggu (12/12/2021).

Selanjutnya Dewa Rai juga mangatakan bahwa tidak benar jika Pemerintah Kota Denpasar dan juga Wali Kota abai dengan persoalan yang dialami warganya.

“Wali Kota merespons pengaduan itu, dan saat ini surat pengaduan yang disampaikan tersebut sudah di bagian hukum untuk dipelajari dan ditelaah,” pungkasnya. (sar)