Warga Desa Batununggul Kembangkan Pupuk Cair Organik, Wabup Kasta Ingatkan Ini

Wabup Klungkung, I Made Kasta (tengah) memperlihatkan pupuk cair organik produksi warga Desa Batununggul. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta meninjau produksi pupuk cair organik yang dikembangkan di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (10/12/2021). Pupuk ini merupakan hasil fermentasi buah dan sayur yang didapat dari pasar sekitar.

Perbekel Desa Batununggul I Ketut Sulatra, mengatakan, produksi pupuk cair organik sudah berjalan sekitar satu tahun. Bahan baku berupa sisa-sisa buah dan sayur didapat dari para pedagang di pasar Mentigi Nusa Penida, terang Sulatra, Sabtu (11/12/2021).

Menurut dia, sistem produksinya menggunakan buah dan sayur yang  dimasukkan dalam sebuah tong. Setelah membusuk, bahan-bahan tersebut akan mengeluarkan cairan yang dipanen setiap 2-3 hari sekali.

“Hasil panen tergantung dari jumlah bahan baku yang dimasukkan kedalam tong. Pemasaran produksi saat ini baru dilakukan disekitar Nusa Penida,” ujarnya.

Selain produk pupuk cair organik, Desa Batununggul juga mencoba mengembangkan produksi anyaman bambu. Saat ini produk yang dibuat baru berupa tempat sampah. Pihak Desa melakukan pemberdayaan warga dengan memberikan bahan baku bambu dan hasilnya dibagikan kembali ke warga setempat.

Wakil Bupati Kasta sangat mengapresiasi upaya pemberdayaan warga Desa Batununggul. Dia berharap desa dapat mengurus perizinan untuk produksi pupuk cair organik, sehingga ke depannya nanti bisa dipasarkan lebih luas.

Terkait produk anyaman bambu, Wabup Kasta meminta perbekel untuk lebih inovatif dengan cara membuat produk yang lebih bervariasi, seperti anyaman besek untuk tempat tape khas Nusa Penida dan kerajinan tangan lainnya.

“Jadi hal yang paling terpenting adalah mengurus izinnya terlebih dulu, sehingga nanti produk yang dihasilkan bisa dipasarkan lebih luas,” pinta Wabup Kasta. (sgn)

BACA JUGA:  Gubernur Canangkan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun Serentak Mulai 5 Juli