Selama Pandemi Omzet Turun, Pedagang Pasar Seni Guwang “Curhat” dengan Wapres

Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi istri  Wury Ma’ruf Amin dan Gubernur Bali Wayan Koster saat mengunjungi Pasar Seni Guwang, Gianyar, Minggu (5/12/2021). (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Seorang pedagang di Pasar Seni Guwang Sukawati, Gianyar, Bali, Ni Wayan Surati (56) menyampaikan curahan hati (curhat) kepada Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Pedagang yang akrab disapa Bu Ari itu mengatakan, ia bersama pedagang lainnya mengalami penurunan omzet secara drastis di masa pandemi Covid-19.

Bahkan, menurut Bu Ari, dalam sehari tidak ada dagangan yang terjual. Untuk bisa bertahan, ia mencoba menjajakan barang dagangannya lewat pasar online, namun tetap tidak membuahkan hasil yang maksimal.

“Ya, sejak Bali dibuka untuk wisatawan domestik, Pasar Guwang berangsur-angsur dikunjungi para wisatawan domestik, walaupun tidak seramai sebelum pandemi,” tutur Ni Bu Ari, Minggu (5/12/2021).

Curahan hati pedagang pasar seni itu kemudian ditanggapi Wapres Ma’ruf Amin. Menurut Wapres, Pemerintah Pusat, khususnya Pemerintah Provinsi Bali terus berusaha membangkitkan perekonomian Bali. Wapres meminta para pedagang di Pasar Guwang tetap semangat.

“Tahun depan Bali ditunjuk sebagai tuan rumah presidensi G-20, serta beberapa acara internasional lainnya. Saya harap, masyarakat Bali tetap menjaga kondusifitasnya, agar masyarakat internasional percaya Bali tempat aman untuk dikunjungi,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Ma’ruf Amin meyakinkan, pemerintah berusaha yang terbaik dengan dukungan masyarakat yang menaati aturan dan menjalankan setiap kebijakan yang dikeluarkan.

“Jadi secepatnya kita semua berharap ekonomi pariwisata Bali bisa bangkit dan pulih seperti sediakala,” demikian Wapres.

Kunjungan Wapres bersama istri Wury Ma’ruf Amin ke Bali didampingi Gubernur Bali Wayan Koster bersama istri Putri Suastini Koster, Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra beserta istri dan Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. (itn)

BACA JUGA:  Pemkab Bangli Siapkan Beberapa Desa untuk "Green Zone"