Gubernur Jatim Laporkan 17 Orang Tewas Akibat Erupsi Semeru

Abu vulkanik menutup kawasan perkampungan di Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). (FOTO : istimewa)

Beritabalionline.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa melaporkan korban tewas sebanyak 17 orang akibat bencana erupsi Gunung Semeru kepada Wakil Presiden, Ma’ruf Amin.

Hal tersebut dikatakan Khofifah saat menerima telepon Wapres Ma’ruf, Minggu (5/12/2021). Pada percakapan singkat tersebut, Wapres menerima laporan terkait wilayah dan jumlah korban terdampak guguran awan panas Semeru.

Terdapat dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terkena dampak, yaitu Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Informasi tersebut diterima Wapres pada pukul 12.04 WIB.

“Di Candipuro terkonfirmasi 10 yang meninggal, di Pronojiwo 2 yang meninggal. Jadi, terkonfirmasi 12 orang meninggal,” lapor Khofifah. Sementara di kampung sebelahnya, (Pronojiwo) ada juga yang meninggal 5 orang,” tambahnya.

Selanjutnya, Khofifah menuturkan adanya laporan masyarakat terkait anggota keluarga yang belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlanjut yang dilakukan oleh 3.400 personel.

“Ada yang melapor ponakan belum ditemukan, ada yang pingsan karena masih mencari istrinya. Jadi, proses evakuasi sedang dilakukan hari ini dengan 3.400 personel,” beber Khofifah.

Merespons laporan itu, Wapres meminta Khofifah mengoordinasikan penanganan bencana dengan kementerian/lembaga lainnya dengan baik.

“Tolong dikoordinasikan semua Bu Gubernur supaya pengungsi tertangani dengan baik. Berkoordinasi dengan menteri terkait, Panglima TNI, dan BNPB, juga Bupati (Lumajang) supaya semua bisa diatasi,” pungkas Wapres.

Sebagai informasi, Wapres menelepon Gubernur Jatim Khofifah sebelum bertolak ke Jakarta, mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di ProvBali. Wapres menelepon Khofifah di Ruang Tunggu VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Wapres juga menelepon Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. (itn)

BACA JUGA:  Polri Sebut 30 Sekolah Terafiliasi Ajaran Khilafah dari Khilafatul Muslimin