Antisipasi Lonjakan Kasus Covid saat Libur Nataru, Pemprov Bali Perketat Masuk Wisatawan

Monumen Bom Bali di Legian, Kuta yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan tampak sepi selama pandemi Covid-19. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah memutuskan untuk memperketat objek-objek pariwisata saat libur panjang yakni libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Pengetatan dimulai dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

“Untuk penetapan disamaratakan di seluruh Indonesia (tidak hanya di Bali), hal ini semata-mata dalam rangka antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 saat libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) ,” kata Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, Selasa (30/11/2021) di Denpasar.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah berkaca pada libur panjang tahun lalu, di mana terjadi lonjakan kasus Covid yang cukup signifikan.

“Pada masa liburan itu, rata-rata peningkatan kasus mencapai 93 sampai dengan 95 persen. Bahkan liburan yang ketiga, peningkatan kasusnya mencapai 123 persen,” ungkapnya.

“Berangkat dari pengalaman buruk tiga libur panjang, Satgas Nasional mengeluarkan upaya pengetatan di masa 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022,” lanjut Rentin.

Ia menjelaskan, Bali saat ini dalam level 2 PPKM Jawa – Bali. Namun saat libur panjang, di beberapa objek seperti tempat wisata pengetatannya disetarakan dengan PPKM level 3.

“Imendagri yang terbaru sudah keluar dan Bali masih bertahan di level 2 PPKM. Hanya saja saat libur Nataru, di beberapa area pengetatannya setara dengan level 3,” ujarnya.

Disinggung persyaratan untuk wisatawan domestik yang hendak liburan ke Bali, Rentin menyatakan jika pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dengan moda transportasi apapun, semuanya menggunakan tes PCR.

“Semua menggunakan PCR sebagai syarat perjalanan pada periode 24 Desember 2021 hingga Januari 2022. Setelah itu kembali berlaku Imendagri dahulu, di mana masyarakat yang sudah dua kali vaksin, cukup menggunakan tes antigen,” jelasnya. (agw)

BACA JUGA:  Kepala BNPB Luncurkan Program Mobil Masker di Bali