Sejak 2004 KPK Tangani 1.333 Kasus Korupsi, 356 Kasus Libatkan Pelaku Usaha

Ketua KPK Firli Bahuri. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Mulai awal tahun 2020 sampai dengan Oktober 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani 162 kasus, di mana dari jumlah tersebut, 59 kasus melibatkan para pelaku usaha.

“Jika ditarik data lebih jauh sejak tahun 2004 sampai dengan saat ini, KPK telah menangani 1.333 tindak pidana korupsi. Dari jumlah tersebut, pelaku usaha yang terlibat sebanyak 356 orang,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri saat penandatanganan MoU antara KPK dengan Kamar Dagang dan Indusri (Kadin) Indonesia di Aula Gedung Juang Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Ia memaparkan, maraknya tindak pidana korupsi yang melibatkan para pelaku usaha menjadi alasan penting bagi KPK untuk melakukan pendekatan pencegahan korupsi pada sektor ini.

Menurutnya, pemberantasan korupsi merupakan ikhtiar bersama. Keberhasilannya juga membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

Selain itu lanjutnya, sinergitas aparat penegak hukum (APH) yang memiliki tugas dan wewenang dalam menangani tindak pidana korupsi sangat diperlukan.

“Sinergisitas antar APH dan pemangku kepentingan lainnya, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta pelaku usaha menjadi prasyarat mutlak keberhasilan upaya pencegahan korupsi khususnya pada sektor bisnis ini,” ucapnya.

KPK berharap Kamar Dagang dan Indusri (Kadin) Indonesia dapat memberikan peran yang sebesar-besarnya bagi kemajuan ekonomi bangsa Indonesia.

“Serta tidak lagi melalaikan dan mengabaikan untuk melaksanakan praktik usaha yang bebas suap dan bebas korupsi,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Satgas Covid-19 Sebut Kasus Positif Menurun, Zona Merah Meningkat