Ketua KPK Sebut Dunia Usaha Punya Risiko Tinggi Terjadinya Korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan pentingnya untuk mendorong pelibatan pelaku usaha dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Mengingat dunia usaha punya peran penting dalam pertumbuhan ekonomi negara, sekaligus punyai risiko tinggi terjadinya tindak pidana korupsi,” ucapnya saat penandatanganan MoU antara KPK dengan Kamar Dagang dan Indusri (Kadin) Indonesia yang digelar di Aula Gedung Juang Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Kesepakatan bersama ini merupakan pembaruan dari MoU sebelumnya yang dilaksanakan pada gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Kadin tahun 2017.

Menurutnya, jika ingin mewujudkan perekonomian yang efektif, efisien, memberikan dampak yang optimal bagi pemulihan ekonomi nasional, dan bermanfaat bagi masyarakat, maka pelaku usaha harus menghindari praktik ekonomi biaya tinggi karena adanya suap, gratifikasi, dan modus-modus korupsi lainnya.

Lebih lanjut Firli menjelaskan, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mempermudah pelaku usaha menjalankan kegiatannya.

“Maka KPK penting untuk hadir memastikan terlaksananya kebijakan tersebut secara efektif dan bebas dari tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Ditambahkan, keseriusan KPK dalam melaksanakan tugas pencegahan korupsi pada dunia usaha tersebut, lanjut Firli, diwujudkan dengan pembentukan unit baru yaitu Direktorat Anti-Korupsi Badan Usaha (AKBU).

Berdasarkan Peraturan KPK No. 7 Tahun 2020, Direktorat AKBU bertugas melakukan pemantauan dan pengkajian regulasi, melakukan analisis deteksi dan pemetaan praktik korupsi pada sektor swasta, memberikan bimbingan teknis pembangunan sistem antikorupsi, serta melakukan monitoring dan evaluasi program pencegahan korupsi di sektor swasta.

Unit ini berperan sebagai fasilitator bagi pelaku usaha dalam mengembangkan upaya-upaya antikorupsi terutama dalam mencegah terjadinya pemidanaan korporasi sebagaimana yang diatur dalam Perma No. 13 Tahun 2016. (agw)

BACA JUGA:  Heboh, Manusia Ngaku Dewa Tantang Jokowi Adu Nyawa Viral di Medsos