Kasus Korupsi PDAM Nusa Penida Dilimpahkan ke PN Tipikor Denpasar, 2 Terdakwa Dipindahkan ke Rutan Klungkung

Terdakwa dugaan kasus korupsi PDAM Nusa Penida dilimpahkan ke PN Tipikor Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Dua terdakwa terduga kasus korupsi penjualan air PDAM Nusa Penida, IKN dan IKS dilimpahkan ke PN Tipikor Denpasar. Selain itu, kedua terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung dipindahkan dari sel tahanan Polsek Nusa Penida ke Rutan Kelas II Klungkung.

Hal itu dikatakan Kacabjari Nusa Penida, Putu Gede Darmawan Hadi Seputra, SH yang dikonfirmasi, Kamis (25/11/2021). Menurutnya, berkas perkara kedua terdakwa oleh JPU sudah dilimpahkan ke PN Tipikor Denpasar berdasarkan surat pelimpahan perkara acara pemeriksaan biasa nomor : B-741/N.1.12.8/ft.1/11/2021. Dengan harapan, kasusnya dapat segera disidangkan.

“Kedua terdakwa IKN dan IKS kini sudah dipindahkan dari Rutan Polsek Nusa Penida ke  Rutan Kelas II Klungkung,” terang Gede Darmawan.

Ditambahkannya, kedua terdakwa dipindahkan bersama-sama dengan terdakwa lainnya sehingga total yang dipindahkan sebanyak 4 orang.

“Namun semua terdakwa sebelum dipindahkan wajib menjalankan cek kesehatan dan tes swab antigen di Rutan Polsek Nusa Penida yang dilakukan oleh tim dokter RSUD Gema Shanti dan dari hasil pemeriksaan tersebut seluruh tahanan dinyatakan sehat,” ungkapnya.

Dijelaskan, pengiriman tahanan tersebut dilaksanakan pada pukul 08.00 Wita dengan menggunakan satu unit mobil operasional Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nnusa Penida yang diseberangkan menggunakan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi dengan pengawalan ketat tim JPU dan pengawalan dari petugas Polsek Nusa Penida.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka  IKN dan IKS tersandung dugaan kasus korupsi penyalahgunaan hasil penjualan air tangki PDAM Tirta Mahottama Kabupaten KLungkung unit Nusa Penida.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal kesatu primer pasal 2 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana yang telah diubah ke dalam UU No 20 Tahun 2001, walaupun kedua terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp320.450.000 sebagaimana perhitungan pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung.

BACA JUGA:  Depresi Terjerat Kasus Gartifikasi, Diduga Jadi Pemicu Tri Nugroho Nekat Akhiri Hidup

Berdasarkan surat penetapan hari sidang yang dikeluarkan Majelis Hakim pada pengadilan Tipikor Denpasar, kedua terdakwa diagendakan menjalani sidang perdana pada Kamis, 2 desember 2021.