Sampaikan Ranperda APBD 2022, Wali Kota: Pemkot Rancang PAD Rp784,49 Miliar

Wali Kota, IGN Jaya Negara saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Pembukaan Rapat Paripurna ke-25 masa Persidangan III tahun 2021 DPRD Kota Denpasar dipimpin Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, didampingi Wakil Ketua I Wayan Mariyana Wandhira, A.A Ketut Asmara Putra, di Gedung DPRD Kota Denpasar, Selasa (23/11/2021).

Sidang ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Denpasar Tahun Anggaran 2022. Hadir secara langsung Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wawali I Kadek Agus Arya Wibawa, Pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Secara online juga dihadiri Forkopimda Kota Denpasar.

Jaya Negara dalam pidatonya menyampaikan setiap tahun pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan pedoman penyusunan APBD yang merupakan petunjuk dan arahan bagi Pemerintah Daerah dalam Penyusunan, Pembahasan, dan Penetapan APBD. Dalam Pedoman dimaksud antara lain diatur mengenai sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

Dijelaskannya, dalam pedoman Penyusunan APBD juga diatur mengenai kebijakan penyusunan APBD baik menyangkut pendapatan daerah, belanja, serta pembiayaan seperti yang diamanatkan dalam Permendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022.

Pendapatan Daerah 2022 dirancang sebesar Rp1,96 triliun lebih yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dirancang sebesar Rp784,49 miliar lebih, yang berasal dari Pajak Daerah dirancang sebesar Rp562,20 miliar lebih, Retribusi Daerah dirancang sebesar Rp29,15 miliar lebih, Hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan dirancang sebesar Rp52,14 miliar lebih.

Sementara Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah dirancang sebesar Rp140,99 miliar lebih. Pendapatan Transfer dirancang sebesar Rp1,18 triliun lebih yang terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dirancang sebesar Rp1,03 triliun lebih, dan Pendapatan Transfer Antar Daerah dirancang sebesar Rp143,12 miliar lebih.

BACA JUGA:  Masyarakat Antusias, Sabha Yowana Banjar Sampalan Nusa Penida Bangkitan Kesenian Prembon

Sesuai dengan yang diatur dalam Permendagri Nomor 27 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2022, Belanja digunakan untuk Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan Urusan Pemerintahan Pilihan. Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022 sendiri dirancang sebesar Rp2,24 T lebih.

“Rancangan Belanja ini untuk membiayai seluruh kegiatan pembangunan dalam Tahun 2022 baik yang bersifat prioritas maupun penunjang dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan dan pemecahan masalahnya,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan target pendapatan daerah dan belanja tersebut maka dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2022 terjadi defisit sebesar Rp 280,32 M lebih. Rencana defisit ini akan ditutupi dari Penerimaan Pembiayaan Daerah yang bersumber dari perkiraan SILPA Tahun 2021 sebesar Rp 280,32 M lebih.

Terakhir, Jaya Negara mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada Pimpinan dan Anggota Dewan atas kerja samanya telah merampungkan tahapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (KUA) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2022 serta  Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2022.

“Saya mengharapkan koreksi yang konstruktif dalam pembahasan nanti, sehingga apa yang kita rumuskan akan memberikan hasil yang terbaik bagi kelangsungan pembangunan Kota Denpasar yang kita cintai,” tandasnya. (tik)