Perayaan Penampahan Kuningan Warga Banjar Patas Hanya Mebat Calon

Generasi penerus di Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali saat membuat ulam calon untuk perayaan Hari Raya Kuningan. (foto: ist)

Beritabalionline.com –  Perayaan penampahan Kuningan warga Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar secara turun temurun hanya membuat Calon atau olahan babi dalam bentuk pentol sebagai kelengkapan upacara ( ulam bakti ).

Seperti yang dilakukan hari ini (19/11/2021), saat penampahan Kuningan warga memulai dengan memotong Babi secara berkelompok, baru kemudian mebat dimasing-masing rumah.

Mebat Calon untuk ulam bhakti ini sudah berlangsung turun temurun, dan hanya dilakukan setiap menyambut Hari Raya Kuningan, oleh sebagain besar Warga Adat Banjar Patas.

 

Calon ini tersaji disetiap tandingan banten yang ditempatkan dalam sebuah Takir, biasanya juga dilengkapi dengan daging Babi yang di goreng ( be gorengan ).

 

I Made Karta, Tokoh Adat Banjar Patas, Persembahan awal biasanya dilakukan usai mebat dalam Banten Sode, ” warga disini mengawali persembahan untuk banten mesoda, selesai mebat dimasing-masing rumah,” tuturnya.

Untuk jebis Ebat atau Ulam Bhakti, memang lebih ringan dibandingkan saat Penampahan Galungan, yang harus membuat seperangkat Sate.
Namun demikian, warga tetap memaknai sama dengan saat perayaan Galungan sebelumnya. (yaw)

BACA JUGA:  Bupati Eka: SAKIP Harus Ditunjang Reformasi Birokrasi yang Prima