Peredaran Ganja di Bali Meningkat Tiga Kali Lipat, Pelakunya Rata-rata Usia Produktif

Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra saat memusnahkan ganja. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali menangkap ratusan orang pelaku baik pemakai maupun pengedar narkoba dari bulan Januari hingga November 2021.

“Dari Januari sampai November awal ada 818 tersangka kita amankan. Ini juga kemarin masih ada tambahan dan belum dimasukkan data ini,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Mochamad Khozin saat pemusnahan barang bukti, Rabu (17/11/2021) di Mapolda Bali.

Kombes Khozin menerangkan, pelaku narkoba yang diamankan rata-rata masih berusia produktif dari usia 17 tahun hingga 30 tahun. Kendati demikian, tidak ada satupun dari mereka yang menjadi bandar, melainkan pengedar dan pemakai.

“Untuk wilayah, Denpasar sampai saat ini masih tinggi dalam kasus baik pemakaian maupun peredaran narkotika,” jelasnya.

Dirnarkoba juga mengungkapkan, selama satu tahun terakhir peredaran narkotika jenis ganja di Pulau Bali cukup tinggi jika dibanding tahun lalu.

“Lebih banyak sekarang, tahun ini ganja banyak sekali, naik tiga kali lipat. Inilah yang kita herankan, mereka layaknya tidak berpengaruh sama sekali dengan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, ganja didominasi berasal dari Aceh. Sementara rute peredaran narkoba dari luar negeri melalui Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui dua jalur yakni Kalimantan dan Sumatera.

Dalam pemusnahan barang bukti dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kajati Bali, Kalapas Kerobokan dan BNN Provinsi Bali.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa sabu seberat 65,45 gram, ganja 5,3 kilogram, ekstasi 230 butir dan 50 butir happy five.

Sabu, ekstasi dan happy five dijadikan satu dan dimusnahkan dengan cara diblender, sementara untuk ganja dibakar. (agw)

BACA JUGA:  Selundupkan Sabu di Celana Dalam, Dua Wanita Asal Thailand Divonis 16 Tahun Penjara