Pelanggan Keluhkan Kelangkaan Pasokan Air PDAM Klungkung

Petugas lapangan PDAM KLungkung turun bersama Dirut Nyoman Suyasa atasi pengaturan palet air. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Adanya keluhan para pelanggan PDAM KLungkung, utamanya yang ada di wilayah Desa Kamasan dan Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan serta wilayah Desa Gelgel yang tidak mendapatkan pasokan air selama beberapa hari belakangan ini direspons cepat Bupati KLungkung Nyoman Suwirta .

Pada Senin (8/11/2021) lalu Bupati Suwirta didampingi Dirut PDAM KLungkung Nyoman Renin Suyasa langsung turun mengamati palet sambungan pipa induk PDAM yang ada dipertigaan Jelantik Kuribatu menuju Desa Kamasan .

Bupati Suwirta meminta kepada Dirut PDAM Nyoman Suyasa agar mengusahakan pasokan air bisa mengalir kembali jelang hari raya Galungan dan Kuningan ini. “ Saya minta petugas PDAM KLungkung untuk mengatur palet pipa induk atau dengan cara menggilir agar warga segera dapat aliran air ke rumah masing masing,” ujarnya .

Bupati menyadari pasokan air dari rendang memang debitnya kurang. Untuk itu, ia menyarankan agar diupayakan adanya penjadwalan secara bergilir agar semua warga pelanggan dapat aliran air secara merata.

Terkait persoalan kelangkaan air yang dialami warga, Dirut PDAM Nyoman Renin Suyasa menyatakan dirinya meminta kesabaran warga karena pasokan air dari kawasan Rendang debitnya sudah sangat berkurang.

Ditambahkannya, untuk mengatasi kelangkaan air tersebut diupayakan suplei airnya interkoneksi, yaitu dari sistem mata air Rendang dan sumur bor Swecapura.

Dengan interkoneksi tersebut menurut Renin, wilayah Gelgel dan Kamasan akan di suplei dari 2 sumur bor, yaitu SB Swecapura I dan Swecapura. Sementara untuk mengatasi kebutuhan air yang tinggi di Hari Raya Galungan ini pihaknya menyarankan kepada pelanggan untuk menampung air pada saat air mengalir .

BACA JUGA:  Hari Ini, Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Lebih Banyak dari Pasien Sembuh

Made Suryawan, warga Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan meminta kepada manajemen PDAM bisa segera mengusahakan air bisa kembali normal dan mengalir ke rumah warga.

“Saya minta keluhan warga ini bisa diatensi oleh PDAM KLungkung sesegera mungkin, karena kondisi sudah cukup lama dikeluhkan warga,” pintanya. (sgn)