FBI Kawal Pendeportasian WN Amerika yang Bunuh Ibu Kandungnya

Heater Lois Mack (dua dari kiri) mendapat pengawalan petugas saat dideportasi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Perempuan warga negara (WN) Amerika Serikat bernama Heater Lois Mack (27) yang sebelumnya dipenjara karena membunuh ibu kandungnya dideportasi oleh pihak Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

“Anaknya yang masih balita juga turut dideportasi,” terang Kepala Kanwilkemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, Rabu (3/11/2021) di Denpasar.

Sebelumnya Heater Lois Mack datang ke Indonesia pada tanggal 4 Agustus 2014 melalui Bandara International Ngurah Rai Bali dengan menggunakan bebas visa kunjungan. Ia datang dengan tujuan liburan selama 3 minggu di Bali dan Lombok.

Pada tanggal 11 Agustus 2014 ia bersama ibunya berinisial S menginap di Saint Regis Hotel, Nusa Dua, Badung. Di sana lalu datang mantan pacarnya berinisial T ke hotel dan terjadi keributan dengan ibunya.

Keributan dipicu karena S mengetahui Heater Lois Mack sedang hamil. Dalam keributan tersebut, T memukul S hingga pingsan dan terbaring di atas tempat tidur.

Heater Lois Mack menerangkan bahwa pada saat itu ibunya terluka di bagian hidung dan meninggal karena darah mengalir ke organ dalam tubuh sehingga menyumbat pernapasan.

Mengetahui Ibunya telah meninggal, Heater Lois Mack berinisiatif untuk memasukan jenazah ibunya ke dalam koper dan membawanya pergi. Namun aksinya diketahui dan ia ditangkap petugas kepolisian.

Dalam sidang pada tanggal 9 Juli 2015, Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Heater Lois Mack.

Di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Heater Lois Mack melahirkan seorang anak perempuan berinisial ES pada 17 Maret 2015 dari perkawinan tidak sah dengan T saat di dalam penjara.

Menginjak usia 2 tahun, Heater Lois Mack menyerahkan anaknya untuk diasuh oleh temannya yang bernama Oshar Putu Melodi Suartama Warga Negara Indonesia (WNI).

BACA JUGA:  Diduga Hindari Hukuman Berat, Dua Bule Tersangka Kasus Narkotika Pura-pura Sakit

Setelah menjalani masa hukuman dan dinyatakan bebas dari Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Heater Lois Mack diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I khusus Ngurah Rai untuk diberikan tindakan admistratif keimigrasian berupa pendetensian.

“Selanjutnya yang bersangkutan beserta anaknya ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar dalam rangka menunggu proses pendeportasian. Yang bersangkutan ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar sejak tanggal 29 Oktober 2021 sampai tanggal 2 November 2021 dengan penjagaan yang ketat,” kata Jamaruli.

Heater Lois Mack dan anaknya kemudian dideportasi, Selasa (2/11/2021) dengan pengawalan ketat pihak Rudenim Denpasar, kepolisian dan petugas Badan Investigas Utama dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (FBI – Federal Bureau of Investigation) melalui Bandara Internasional Ngurai Rai, Bali menuju Jakarta.

Dari Bandara International Soekarno-Hatta, ia kemudian diterbangkan menggunakan maskapai Delta Airlines DL7932 tujuan Bandara Soekarno Hatta – Incheon – Chicago.

“Selanjutnya terhadap Heater Lois Mock dan anaknya diusulkan ke dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jendral Imigrasi. Heater Lois Mock diusulkan untuk dimasukan dalam daftar penangkalan seumur hidup, sedangkan anaknya diusulkan untuk dimasukan kedalam daftar penangkalan 6 bulan,” terang Jamaruli. (agw)