Jajakan Perempuan Lewat MiChat, Dua Mucikari di Denpasar Ditangkap Polisi

Kedua mucikari saat  diamankan di kantor polisi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Unit V Satreskrim Polresta Denpasar mengungkap kasus prostitusi online. Dalam kasus ini polisi mengamankan dua orang mucikari bernama Khairul Arifin (43) dan I Nyoman Mokariawan (37).

“Mereka bukan satu kelompok, tapi sama-sama menjadi mucikari,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (2/11/2021) di Denpasar.

Pengungkapan bermula dari adanya informasi yang diterima polisi jika ada dua perempuan tengah melayani pria hidung belang di salah satu hotel di seputaran Kuta, Kabupaten Badung.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dan mengamankan dua perempuan berinisial DP dan NMK di kamar hotel, Kamis (28/10/2021) sekitar pukul 21.00 Wita. Dari pengakuan keduanya, petugas akhirnya menangkap Khairul Arifin.

Saat diperiksa, Arifin mengaku menawarkan DP dan NMK melalui WhatsApp kepada tamu. Sekali kencan, pelaku memasang tarif Rp500 ribu.

“Dari Rp500 ribu, uang tersebut digunakan menyewa hotel Rp150 ribu, untuk pelaku Rp100 ribu dan sisanya untuk si perempuan yang ditawarkan,” kata Kapolresta.

Pelaku juga mengaku telah menjalani bisnis esek-esek selama 4 bulan terakhir. Itu dilakukan jika ada permintaan dari tamu.

Beberapa hari sebelumnya, polisi dengan dipimpin Kanit V Satreskrim Polresta Denpasar Iptu Nengah Seven Sampeyana juga menangkap mucikari bernama Nyoman Mokariawan.

Awalnya pihak kepolisian menerima informasi jika ada praktik prostitusi online di seputaran Denpasar.

Sepekan melakukan penyelidikan, polisi menggerebek rumah kos di seputaran Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, Jumat (22/10/2021) sekitar pukul 17.00 Wita.

Dalam penggerebekan polisi mengamankan Nyoman Mokariawan dan empat perempuan berinisial NLPR (28), SN (31), IDF (27) dan LL (32).

“Di mana pada saat itu dua perempuan yakni SN dan LL tengah melayani tamu di dalam kamar, sementara dua perempuan lainnya menunggu tamu,” kata Kapolresta Denpasar.

BACA JUGA:  Tidak Terbukti Bersumpah Palsu, Empat Terdakwa Ini Dibebaskan

Kepada polisi, Nyoman mengaku menawarkan para perempuan tersebut melalui aplikasi MiChat. Sekali kencan tarif yang ditawarkan Rp300 ribu.

“Dari uang Rp300 tersebut kemudian dibagi yakni Rp50 ribu untuk mucikari dan Rp250 ribu untuk pekerja sekaligus untuk membayar sewa kamar,” ucap Kapolresta.

Selain mengamankan sang mucikari, polisi menyita sprei, dua buah kondom bekas terpakai, dua buah kondom baru, satu buah celana dalam warna hitam dan uang tunai Rp1 juta. (agw)