Indonesia Kembali Terima 6,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Total Capai 312.335.760 Dosis

Ilustrasi vaksin Covid-19.

Beritabalionline.com – Indonesia menerima 6.599.800 dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi yang diperoleh melalui skema pembelian langsung. Sebanyak 1.263.600 dosis di antaranya vaksin Pfizer, 1.336.200 dosis AstraZeneca, dan 4.000.000 dosis Sinovac.

“Dengan kedatangan vaksin hari ini, maka jumlah total vaksin yang telah hadir di Indonesia baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku adalah 312.335.760 dosis,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Jumat (29/10).

Vaksin ini akan langsung didistribusikan ke berbagai wilayah. Seperti ke Dinkes Banten, Dinkes Bengkulu, Dinkes Nusa Tenggara Barat, dan Dinkes Lampung, Dinkes Jawa Tengah, dan Dinkes Jawa Timur.

“Pasokan vaksin Covid-19 terus berdatangan seiring langkah pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. Vaksin sudah tersedia, jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda vaksinasi. Hal ini juga menjadi langkah antisipasi kita menghadapi gelombang ketiga Covid-19, meski tentu saja kita berharap tidak terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Nadia menyebut, vaksin merupakan perlindungan utama bagi masyarakat Indonesia dari Covid-19. Dengan menerima vaksin, masyarakat mendapatkan perlindungan lebih sehingga lebih terhindar dari risiko sakit berat dan akibat buruk lainnya apabila terjangkit Covid-19.

“Kita berharap herd immunity atau kekebalan komunal segera terbangun, karena itu pemerintah menargetkan 208 juta penduduk untuk segera mendapatkan vaksinasi,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah terus mengupayakan peningkatan vaksinasi bagi kelompok remaja dan lansia. Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari memberikan sejumlah kemudahan dan strategi jemput bola, hingga meningkatkan edukasi dan sosialisasi, khususnya bagi lansia.

Nadia mengungkapkan, berdasarkan riset salah satu penyebab lambatnya capaian vaksinasi pada lansia adalah masih banyaknya warga yang belum mendapatkan informasi tepat atau disinformasi. Hal ini membuat banyak warga yang belum yakin terhadap fungsi dan manfaat vaksinasi.

BACA JUGA:  Nasdiem: Untuk Menggelar PTM Pihak Sekolah harus Dapat Izin dari Orang Tua Siswa