Pemandu Wisata yang Terseret Arus Pantai Kelingking Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Tim SAR mengevakuasi jenazah pemandu wisata yang tewas dari laut. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Putu Suasta, seorang pemandu wisata lokal yang sebelumnya terseret arus Pantai Kelingking Nusa Penida, Klungkung, Bali.

“Korban Putu Suasta ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Kelingking tadi sekitar pukul 13.35 Wita,” ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Gede Darmada, Senin (25/10/2021) di Denpasar.

Darmada menerangkan, dalam operasi pencarian mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Selama tiga jam melakukan dalam operasi yang dimulai pukul 06.00 Wita, tim pertama yang dikerahkan belum membuahkan hasil.

Saat tim SAR kedua yang diturunkan melakukan pencarian, jenazah korban ditemukan mengapung di arah barat lokasi kejadian.

“Jarak korban ditemukan mencapai 0.20 Nm dari bibir pantai. Saat itu kondisinya mengapung dan tidak memakai pakaian,” jelasnya.

Sebelumnya, Putu Suasta yang merupakan seorang pemandu mengantar Nur Aisyah Sari (22) dan temannya Ifriani (29) ke Pantai Kelingking Beach, Nusa Penida, Klungkung, Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 15.30 Wita.

Sekitar pukul 17.00 Wita, Nur Aisyah dan temannya memutuskan untuk turun ke pantai. Di sana korban kemudian bermain pasir dan berfoto di pantai. Ifriani sempat mengingatkan agar korban tidak bermain terlalu ke dalam.

Tak lama berselang, datang ombak besar menggulung korban hingga ke dalam. Korban yang tak bisa berenang sempat berteriak meminta tolong.

Teman korban dan Putu Suasta sempat memberikan pertolongan namun tak berhasil. Naas, Putu Suasta yang merupakan warga Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung ini juga hilang terseret arus. (agw)

BACA JUGA:  Beri Pemahaman Mahasiswa Tentang Pancasila, FH Unmas Denpasar Gandeng BPIP Gelar Webinar Nasional