Ratusan Seniman Iringi Prosesi Ngaben Maestro Nyoman Cerita

Seniman tari mengiringi prosesi ngaben maestro Nyoman Cerita di desa Singapadu. (foto: ist)

Beritabalionline.com –  Ratusan seniman yang berasal dari berbagai daerah di Bali mengiringi prosesi pitra yadnya mendiang Nyoman Cerita, maestro seni asal Singapadu, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Minggu (24/10/2021).

Sebagai bentuk penghormatan terhir kepada almarhum yang telah berjasa dalam penciptaan dan pengembangan seni di Bali, sejumlah orang memakai kostum tari.

“Ini spontan dari seniman-seniman Singapadu dan murid, ada juga dari luar Singapadu yang ikut,” ujar Sinta Devi seniman muda berbakat yang satu desa dengan almarhum I Nyoman Cerita.
Kostum dipakai oleh seniman yang tergabung mulai dalam kelompok Satya Brata yang diciptakan almarhum tahun 1989 dan tari kreasi Barong Api 2015.

Tidak hanya berkostum, para seniman tersebut menari sepanjang jalan.
Diawali dari Lembu hitam sebagai tempat pembakaran, kemudian perlengkapan upacara, berikutnya para seniman tari dan terkahir bade atau wadah jenazah menuju perabuan. Prosesi pun berlangsung hikmat dan lancar.

Maestro Nyoman Cerita berpulang Senin (18/10/2021) malam dalam usia 60 tahun. Seniman asal Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar dikenal sebagai Pencipta Tari kreasi baru Satya Brasta Tahun 1989.

Sebelum meninggal, Nyoman Cerita sempat dilarikan ke RS Ganesha di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, pada Senin (18/10/2021) dini hari, dengan keluhan sesak bagian ulu hati. Sempat dikira membaik, namun akhirnya Nyoman Cerita sekitar pukul 19.45 WITA.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, dan kemudian meninggal, Nyoman Cerita nampak sehat tidak ada mengeluhkan terkait kondisi kesehatan yang dialaminya. Bahkan Dosen ISI Denpasar yang malang melintang keliling dunia membawa misi kesenian ini sempat sehari melatih Tari kebesaran di SMPN 1 Singaraja.

BACA JUGA:  Tahun 2020, Pemkot Denpasar Anggarkan Dana Penanganan Covid-19 Rp126,9 Miliar

Hanya semasa hidup, Nyoman Cerita diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung. Diduga karena totalitasnya dalam berkesenian, hingga sering mengabaikan pola makan. Mendiang meninggalkan seorang istri, Ni Made Seri, 63, dua anak, menantu dan 7 orang cucu. (yaw)