Puluhan Mahasiswa di Denpasar Gelar Aksi Turun ke Jalan, Kritik Kinerja Presiden Jokowi

Puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan Kampus Unud Sudirman. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam “Bali Tidak Diam” menggelar aksi di depan Kampus Unud Sudirman, Denpasar. Aksi dilakukan untuk mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin telah berjalan selama 2 tahun, namun tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan rakyat Indonesia,” kata Koordinator Aksi,   Muhammad Novriansyah Kusumapratama dalam orasinya, Kamis (21/10/2021) di Denpasar.

Bahkan di tengah pandemi Covid-19 lanjutnya, pemerintah pun tetap memaksakan pengesahan regulasi-regulasi bermasalah seperti UU Cipta Kerja dan UU Minerba.

Padahal, secara terang-terangan kedua Undang-undang tersebut secara subtansial melegitimasi perampasan lahan, perusakan lingkungan hingga perampasan hak-hak masyarakat adat.

Selain itu, kedua Undang-undang tersebut juga disahkan secara terburu-buru dan tanpa partisipasi publik, padahal yang paling terdampak dari diberlakukanya UU tersebut adalah rakyat kecil, baik itu buruh, petani, masyarakat adat, dan lainnya.

“Justru RUU yang pro terhadap perlindungan perempuan, yaitu RUU PKS tidak kunjung disahkan. Padalah kekerasan seksual dari tahun ke tahun mengalami peningkatan secara signifikan,” ujarnya.

Novriansyah juga menyebut persoalan korupsi yang terjadi di masa pemerintahan Jokowi menjadi yang terburuk sejak era reformasi.

Menurutnya, turunnya indeks persepsi korupsi merupakan gambaran nyata bahwa komitmen penegakan korupsi di era Jokowi patut dipertanyakan.

“Ditambah lagi dengan revisi UU KPK yang memang sudah bermasalah di awal dan mendapatkan berbagai penolakan oleh publik. Pasal-pasal di dalamnya merombak KPK dan sistem kerjanya sehingga mempersulit penegakan hukum korupsi yang semakin merajalela,” ucapnya. (agw)

BACA JUGA:  Hari Ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Lampaui Kasus Positif