Bule Amerika yang Bunuh Ibu Kandungnya Segera Bebas, Permintaan Anaknya agar Tak Dideportasi Ditolak Imigrasi

Wanita asal Amerika Serikat yang membunuh ibu kandungnya akan segera bebas dari LPP Kelas II A Kerobokan setelah menjalani hukuman 10 tahun penjara. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Perempuan warga negara asal Amerika Serikat bernama Heather Mack yang divonis 10 tahun penjara atas kasus pembunuhan akan segera bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Kerobokan.

“Iya jadi nanti dia bebas pada tanggal 29 Oktober ini, bebasnya bebas murni. Karena memang dari kasusnya itu termasuk menjadi perhatian ya,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Bali, Suprapto, Kamis (21/10/2021) di Denpasar.

Setelah bebas, Heather Mack yang membunuh ibu kandungnya di kamar salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, Badung , akan dijemput oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Kerobokan dan akan diserahkan ke pihak Imigrasi.

Saat disinggung adanya permintaan dari terdakwa  yang meminta agar anaknya yang masih kecil tetap berada di Indonesia meskipun dirinya dideportasi, pihak Imigrasi menyatakan menolak permintaan tersebut.

Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Bali, Amrizal mengatakan, boleh saja Heather memohon karena hal tersebut adalah hak asasinya.

Namun materi permohonan tersebut tidak bisa dikabulkan dikarenakan tidak ada kebijakan yang mengatur hal itu.

“Tidak akan kami ambil keputusan itu. Konyol nanti, apalagi ini anaknya masih berusia di bawah umur. Itu pasti diikutsertakan dengan ibunya,” ucapnya.

“Tidak ada kebijakan apapun yang membijaki bahwasannya anaknya ditinggal, sedangkan dia dideportasi. Pasti dipulangkan beserta ibunya. Itu sudah pasti,” lanjutnya.

Amrizal juga mengatakan bahwa pihaknya segera mengkoordinasikan dokumen pemulangan Heather dengan pihak Kedutaan Amerika Serikat.

“Jika dokumen tersebut selesai dan juga kesiapan tiketnya, maka yang bersangkutan akan segera dipulangkan ke negaranya sesuai jadwal,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Terbukti Bersalah dalam Kasus Dugaan Pencabulan, Oknum Sulinggih Dituntut 6 Tahun Penjara