Wow..! Penagih Utang Pinjol Ilegal Terima Gaji Rp20 Juta Per Bulan

Ilustrasi.

Beritabalionline.com – Bareskrim Polri menangkap tujuh pelaku penagihan utang atau debt collector pinjaman online (pinjol) ilegal yang berhubungan dengan kasus bunuh diri seorang perempuan di Wonogiri. Dalam pemeriksaan, mereka masing-masing menerima gaji hingga Rp 20 juta setiap bulannya.

“Antara Rp15 sampai Rp20 juta per bulan. Untuk tempat tinggal akomodasi disiapkan pendana tadi,” tutur Dirtipideksus Bareksrim Polri Brigjen Helmy Santika di Mabes Polri,  Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2021).

Menurut Helmy, mereka dipekerjakan oleh seorang WNA berinisial ZJ. Kini polisi masih mencari keberadaannya yang diduga sebagai pemodal jasa penagihan utang pinjol ilegal.

“Ada yang sudah 3 bulan (kerja), 6 bulan, variatif. Ada yang setahun malahan,” jelas dia.

Lebih lanjut, pengungkapan kasus ini nyatanya berhubungan dengan peristiwa bunuh diri seorang perempuan yang terjadi di Wonogiri, Jawa Barat. Sebab, salah satu dari 23 pinjol ilegal merupakan perusahaan tempat kprban meminjam uang.

“Alhamdulillah dari yang kami ungkap, itu nyangkut dengan peristiwa di Wonogori, Jawa Barat. Diketahui ada ibu-ibu bunuh diri,” Helmy menandaskan.

Adapun ketujuh tersangka yang ditangkap adalah, RJ, JT, AY, HC, AL, VN, dan HH. Penangkapannya sendiri dilakukan di lima tempat berbeda yakni Perumahan Taman Kencana Blok D1 No. 7 Cengkareng, Jakarta Barat; Perumahan Long Beach blok C No. 7 PIK, Jakarta Utara; Green Bay Tower M 23 AS Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara; Apartemen Taman Anggrek Tower 3 No. 29 B, Jakarta Barat; dan Apartemen Laguna Tower B Lt. 28 No. 32 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. (itn)

BACA JUGA:  Masyarakat Diimbau Beli Masker Cantumkan Izin Edar Kemenkes