Demi Upah Rp50 Ribu, Pasutri Ini Kompak Edarkan Sabu

Pasutri pengedar sabu saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Pasangan suami istri (pasutri) bernama Rommy (25) dan Putri (21) ditangkap petugas kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar karena mengedarkan sabu.

“Dari pelaku kita amankan barang bukti sabu seberat 42,26 gram sabu,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (14/10/2021) di Denpasar.

Penangkapan bermula dari adanya informasi yang diterima petugas kepolisian bahwa akan ada transaksi narkoba di seputaran Sesetan, Denpasar Selatan.

Berbekal penyelidikan, polisi mendapati identitas kedua pelaku. Sepekan melakukan penyelidikan, petugas melihat keduanya melintas di Jalan Juwet Sari, Denpasar Selatan, Jumat (1/10/2021) sekitar pukul 21.30 Wita.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti. Keduanya kemudian dibawa ke tempat kosnya yang tidak jauh dari TKP penangkapan awal.

Di kamar yang ditempati pasutri tersebut, petugas kepolisian akhirnya menemukan 28 paket sabu seberat 42,64 gram.

Saat diinterogasi, keduanya mengaku memperoleh barang dari seseorang dengan mama panggilan Roy, yang saat ini dalam proses penyelidikan.

“Sabu diperoleh dari Roy dengan cara mengambil di sebuah lokasi tempelan,” terang Kapolresta Denpasar.

Kepada petugas, pasangan suami istri ini kompak mengaku menjadi tukang tempel sabu dengan upah Rp50 ribu untuk sekali tempel.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Untuk ancaman pidananya paling sinhkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, serta pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar,” ucap Kombes Jansen. (agw)

BACA JUGA:  Dikunjungi Ketua PN Denpasar, Kapolresta Minta Pelaku Narkoba Dihukum Berat