1.576 Tempat Usaha dan DTW di Bali Kantongi Sertifikat CHSE dan 9.322 Aplikasi PeduliLindungi

Wagub Cok Ace saat memaparkan kesiapan Bali menyambut kedatangan wisman dalam wawancara TVRI, Kamis (14/10/2021). (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang juga Ketua BPD PHRI Bali, memaparkan kesiapan Bali dalam menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang resmi dibuka kembali per tanggal 14 Oktober 2021.

Hal itu disampaikannya dalam wawancara TVRI yang disiarkan secara langsung, Kamis (14/10/2021). Wagub Cok Ace menyampaikan terdapat tiga komponen pendukung kesiapan Bali menerima kunjungan wisman di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir.

Tiga komponen itu adalah pelaku usaha pariwisata, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, pelaku usaha khususnya yang bergerak di industri pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan salah satunya mengikuti sertifikasi CHSE (CleanlinessHealthSafetyandEnvironmentSustainability) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Disebutkan olehnya, saat ini tercatat 1.576 tempat usaha termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang telah mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, pelaku usaha di Pulau Dewata juga aktif menyukseskan program pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi yang digencarkan pemerintah.

“Pemerintah menargetkan 10 ribu aplikasi pada tempat usaha di Bali. Hingga tanggal 10 Oktober 2021, 9.322 tempat usaha di Bali telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” papar Cok Ace.

Selebihnya dijelaskan, sebanyak 35 hotel telah disiapkan sebagai tempat karantina bagi wisman yang baru datang. Selain menyiapkan hotel karantina bagi wisman yang negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan Swab PCR di bandara, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya wisman yang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil screening di bandara.

“Kita berharap tak ada yang positif, tapi bagaimanapun tetap harus kita antisipasi. Kalau ada yang positif, kita akan klasifikasi dalam penempatan. Mereka yang tanpa gejala kita siapkan hotel isolasi yang telah tersertifikasi dan terhubung dengan rumah sakit. Sedangkan yang bergejala akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Produk Olahan Ikan Tilapia Merambah Pasar Konsumen Perhotelan di Bali

Wagub Cok Ace juga menyebutkan antusiasme masyarakat dalam menyambut pembukaan Bali bagi wisman. Antusiasme itu ditunjukkan dengan ketaatan dalam penerapan protokol kesehatan yang menjadi syarat dibukanya Bali untuk dunia luar.

“Kontribusi masyarakat sangat luar biasa. Dari hasil survei, masyarakat Bali paling taat menerapkan prokes, khususnya dalam penggunan masker yaitu mencapai 95 persen,” sebutnya. Peran aktif masyarakat juga ditunjukkan dengan dukungan terhadap program vaksinasi.

Saat ini, imbuh Cok Ace, vaksinasi tahap pertama telah tuntas 99 persen dan vaksinasi tahap dua mendekati 84 persen. Selain dukungan pelaku usaha dan masyarakat, pemerintah mengambil peran dalam menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. “Kami menyiapkan 62 RS rujukan dan 25 labolatorium yang siap melayani jika dibutuhkan,” tandasnya.

Kendati seluruh elemen telah siap, ia memahami bahwa tidak serta merta wisman akan langsung berdatangan. Dari hasil pembicaraannya dengan pelaku usaha yang biasa mendatangkan wisman, setidaknya dibutuhkan waktu 3 minggu hingga 1 bulan.

Kendati kedatangan wisman belum langsung terlihat ketika Bali dibuka, namun Cok Ace meyakini dengan dibukanya Bali akan memberi semangat dan harapan baru bagi pelaku pariwisata di Bali. (tik)