Tujuh Provinsi Ikuti Rakor Tata Ruang dan Kawasan Hutan di Bali

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra (kanan). (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyambut positif perihal Provinsi Bali yang menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) dan Klinik Validasi Rancangan PITTI Ketidaksesuaian Batas Administrasi, Tata Ruang, dan Kawasan Hutan yang bertempat di The Mulia Hotel & Resort-Nusa Dua, Rabu (13/10/2021).

Rakor Tata Ruang dan Kawasan Hutan ini digelar tujuh provinsi meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua, Maluku Utara, dan Maluku.

Dalam sambutan singkatnya, Dewa Indra mengatakan, selama hampir dua tahun masa pandemi menyebabkan perekonomian terganggu. Khususnya dari 34 Provinsi di Indonesia, Bali mengalami turbulensi yang paling parah, karena 50 persen lebih PDRB Bali bersumber dari Industri Pariwisata.

Menurut Dewa Indra, kegiatan seperti ini sangat baik terlebih untuk Provinsi Bali terutama dalam memutar roda perekonomian.

Terkait topik yang dibahas, Dewa Indra berpendapat di lapangan batas administrasi, tata ruang, dan kawasan hutan memang kerap menjadi masalah dan bahkan menimbulkan konflik dikarenakan masih ada batas-batas administrasi wilayah yang belum sinkron.

Menanggapi hal tersebut, Dewa Indra berharap vibrasi Pulau Bali dapat memberikan ketenangan para peserta rapat untuk mencapai suatu hasil yang maksimal dan tentunya berdampak positif bagi masyarakat.

“Saya juga mengucapkan selamat datang kepada perwakilan dari tujuh provinsi dan kementerian/lembaga terkait, semoga nuansa Pulau Bali dapat memberikan inspirasi positif bagi kita semua dalam mencapai suatu keputusan yang mufakat,” demikian Dewa Indra. (*/red)

BACA JUGA:  Denpasar Raih Penghargaan Kota Peduli HAM untuk Kali Keempat