Pengakuan Mahasiswa Jadi Kurir 1 Kg Sabu: Karena Dijanjikan Pekerjaan

Oknum mahasiswa yang jadi kurir sabu saat diamankan petugas BNN Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com РOknum mahasiswa bernama Medi Sanjaya (21) yang ditangkap petugas BNN Provinsi Bali karena menjadi kurir narkoba mengaku baru kali pertama  menjalankan aksinya.

“Pengakuannya seperti itu, baru sekali ini menjadi kurir sabu,” ungkap Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. I Gde Sugianyar Dwi Putra, Rabu (13/10/2021) di Denpasar.

Saat diperiksa, mahasiswa semester 7 di sebuah universitas di Lampung ini mengaku awalnya dijanjikan pekerjaan oleh orang yang tidak dikenalnya.

Tiba di Bali awal Oktober 2021, ia lalu diarahkan untuk menyewa sebuah homestay di kawasan Renon, Denpasar. Di sana ia lalu disuruh menghubungi seseorang yang dipanggilnya ayah.

Dalam perbincangan, orang yang dipanggil ayah menyuruh mengambil barang di tempat sampah yang ada di homestay dan menyimpannya di kamar, untuk kemudian diedarkan.

Brigjen Pol. Sugianyar menerangkan, pihaknya yang menerima informasi ada sabu dikirim ke Bali dari Jakarta kemudian melakukan penyelidikan.

Hampir sepekan melakukan penyelidikan, petugas akhirnya menangkap pelaku saat menuju tempat sampah di areal parkir homestay, Rabu (6/10/2021) sekitar pukul 13.00 Wita.

“Tersangka lalu kita bawa ke kamarnya. Di sana kita temukan barang bukti sabu seberat 1 kilogram yang dikemas kedalam 10 plastik klip ukuran sedang, timbangan digital dan satu bendel plastik kosong,” terang Kepala BNN Bali.

Kepada petugas, pelaku mengaku belum menerima upah dan baru dibelikan tiket pesawat untuk ke Bali.

Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (agw)

BACA JUGA:  Curi iPhone, Remaja Pengangguran Digelandang ke Kantor Polisi