Proses Hukum Terhadap ABG Pelaku Jambret Berlanjut, Ini Alasan Polisi

Ekspose pengungkapan kasus curat yang melibatkan anak berusia belasan tahun. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi tidak melakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) terhadap empat anak berusia belasan tahun yang terlibat kasus pencurian disertai pemberatan.

“Untuk kasus Curat (pencurian disertai pemberatan) tidak ada diversi,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (12/10/2021) di Denpasar.

Kendati demikian lanjut Kapolresta, lantaran pelaku masih berusia di bawah umur, ancaman pidana yang diterapkan berbeda dengan pelaku dewasa.

“Karena pelaku di bawah umur, ancaman hukumnya berbeda dari yang biasa. Jadi ini kan ancaman pidananya 12 tahun, dikurangi 2/3 menjadi 8 tahun,” jelasnya.

Data diperoleh, para pelaku masing-masing berinisial ART (19), DD (19), GDCSF (17), KSA (15), MDSW (15), dan PTLD (13) pernah ditangkap polisi karena melakukan jambret di Legian dan Seminyak, Kuta pada 2019 silam.

Namun dikarenakan masih di bawah umur, saat itu oleh Polsek Kuta dilakukan diversi terhadap keenam pelaku.

Sebelumnya saat diperiksa, para pelaku mengaku telah 13 kali beraksi sejak awal tahun 2021. TKP yang diakui yaitu di Jalan Bikini Denpasar 3 kali, di Jalan Mahendrata 4 kali, Jalan Gunung Talang 5 kali, Jalan Pura Demak 1 kali.

Uang hasil kejahatan kemudian dibagi rata dan digunakan untuk bersenang-senang.

Pengungkapan terhadap keenam pelaku berawal dari laporan korban bernama Joko Sungkowo (29). Di mana awal korban memesan obat kuat kepada pelaku ART melalui aplikasi MiChat.

Korban dan pelaku kemudian sepakat bertemu di Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat, Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 02.56 Wita.

Di TKP sudah ada ART bersama pelaku lainnya. Ketika korban hendak mengeluarkan uang untuk membayar, dompet korban ditarik paksa oleh para pelaku.

BACA JUGA:  Mantan Promotor Tinju, Zainal Tayeb Jalani Sidang Perdana di PN Denpasar

Karena korban melawan, salah satu pelaku yakni DD memukul kepala korban dengan menggunakan double stick. Setelah itu pelaku lain turut mengeroyok dan merampas handphone dan dompet korban.

“Selain mengalami sejumlah luka, dalam peristiwa tersebut, korban menderita kerugian Rp6 juta,” terang Kapolresta.

Petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan menerima informasi jika diduga pelaku kerap berkumpul di seputaran Jalan Buana Raya, Denpasar Barat.

Para pelaku akhirnya ditangkap saat sedang duduk-duduk di seputaran Buana Raya, Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 19.00 Wita. Lantaran sempat berupaya kabur, salah satu pelaku yakni DD ditembak kakinya oleh polisi.

“Dari tangan pelaku kita amankan obat herbal palsu yang akan dijual, sepeda motor serta uang Rp200 ribu sisa hasil kejahatan,” kata Kapolresta Denpasar. (agw)