Ombudsman Ingatkan Masyarakat Waspadai Pinjol Bodong

Ilustrasi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Sejumlah warga mengadu ke Ombudsman Perwakilan Bali karena terjerat pinjaman online (pinjol). Ini dikarenakan mereka harus membayar berlipat-lipat dari pinjaman awal.

“Dalam sebulan ini ada 4 aduan yang kami terima terkait pinjaman online,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Selasa (12/10/2021) di Denpasar.

Dari aduan yang diterima, masyarakat mengaku awalnya meminjam Rp1 juta namun ketika membayar bisa sampai Rp10 juta.

Belum lagi ketika macet dalam pembayaran, perusahaan pinjaman online ilegal menggunakan jasa penagih utang untuk mengejar peminjam.

“Menagihnya juga menakutkan kalau sudah menggunakan jasa-jasa penagih utang. Karena cara-caranya sudah di luar elegan,” ucapnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut bisa terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pinjaman online.

Umar lantas meminta masyarakat berhati-hati. Sebelum meminjam, masyarakat disarankan untuk mengecek apakah perusahaan yang menawarkan pinjaman resmi tercatat di lembaga pengawas perbankan atau tidak.

“Cek dulu apakah perusahaan tersebut sebagai lembaga perbankan resmi. Dia punya izin apa tidak. Hal ini bisa ditanyakan ke OJK, selaku lembaga pengawas perbankan,” terangnya.

Dirinya juga berpesan, jika memang masih memungkinkan agar lebih baik meminjam kepada keluarga atau orang terdekat untuk menghindari pinjaman online.

“Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini. Kalau memang butuh uang, lebih baik pinjam dulu ke keluarga atau orang terdekat. Atau kalau dia punya aset, mendingan ke bank, tentunya bank yang resmi,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Dalam 6 Bulan Terakhir, di Denpasar Terjadi 285 Kasus Lakalantas