Pecinta Lingkungan Protes, Kapal Tongkang yang Kandas Belum Dievakuasi Dapat Rusak Terumbu Karang

Kapal tongkang yang karam di Perairan Jungut Batu, Nusa Penida. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Kalangan pecinta lingkungan dan kepariwisataan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, memprotes keberadaan kapal tongkang yang kandas di Perairan Jungut Batu. Pasalnya, sudah berhari-hari kapal yang karam itu hingga kini belum dievakuasi oleh pemiliknya.

Protes itu dilayangkan karena adanya kekhawatiran dari para pecinta lingkungan bahwa peristiwa karamnya kapal tongkang yang sudah sekian lama dibiarkan tersebut dapat merusak dan menghacurkan terumbu karang yang ada di sekitarnya.

Protes keras juga diungkapkan warga pemerhati terumbu karang di Nusa Penida, I Nyoman Karyawan, Rabu (6/10/2021). Dalam pernyataannya dia mengungkapkan, kapal tongkang yang karam tidak kunjung dievakuasi dari wilayah perairan itu dan dapat memperluas kerusakan terumbu karang dan ekosistem di wilayah tersebut.

“Kalau kapal itu dibiarkan, kapal itu rentan bergerak atau bergeser di lokasi itu. Jika pergeserannya luas, Ini bisa memperluas kerusakan trumbu karang,” ucap Nyoman Karyawan dengan nada geram.

Menurutnya, kapal itu sudah berhari-hari karam, seharusnya mendapatkan respon cepat dari pemiliknya ataupun pemerintah. Apalagi bahan bakar yang ada pada kapal karam itu  sewaktu-waktu bisa tumpah dan menyebabkan kerusakan lingkungan di perairan tersebut ,jika kapal dibiarkan sampai berkarat dan bocor nanti.

“Apalagi saat ini kami tengah gencar restorasi trumbu karang, kami harap kapal itu segera dievakuasi,” pintanya.

Keluhan senada juga dilontarkan seorang pecinta olahraga air asal Desa Jungut Batu, Nusa Penida, Wayan Lena. Menurut dia, selain merusak terumbu karang, keberadaan kapal karam itu juga menganggu dan membahayakan aktivitas berselancar, serta aktivitas wisata bahari di daerah itu. (*/itn)

 

BACA JUGA:  Gubernur Koster Imbau Masyarakat Tunda Perjalanan Keluar dan Masuk Bali