Masih Berstatus Terdakwa, Zainal Tayeb Kembali Jadi Tersangka di Polda Bali

Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Ibarat jatuh tertimpa tangga. Begitulah kondisi yang dapat digambarkan terhadap sosok pengusaha yang juga mantan promotor tinju, Zainal Tayeb. Betapa tidak, Zainal yang kini masih berstatus terdakwa dan tengah menjalani proses persidangan di PN Denpasar, kembali terjerat kasus lain, bahkan pria asal Makassar ini telah resmi berstatus tersangka.

“Yang bersangkutan dijadikan tersangka sejak kemarin pada tanggal 4 Oktober 2021 atas kasus penipuan dan penggelapan,” terang Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, Selasa (5/9/2021) di Denpasar.

Sebelumnya, polisi menerima laporan dari seorang pengusaha bernama Hedar Giacomo dengan nomor LP-B/195/IV/2021/Bali/SPKT/ tertanggal 8 April 2021.

Dari laporan tersebut kemudian diterbitkan surat penyidikan nomor SP-Sidik/30/IV/2021/Ditreskrimsus/ tertanggal 12 April 2021.

Sejumlah tahap dilakukan oleh penyidik atas laporan itu. Berdasarkan bukti yang cukup sehingga hasil gelar perkara, Zainal kemudian ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Kepala Kepolisian Daerah Bali nomor B/37a/X/Res 2.5/2021/tertanggal 4 Oktober 2021.

“Sejumlah bukti telah cukup. Yang bersangkutan diduga telah melakukan tindak pidana menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik, dan/atau penipuan atau penggelapan,” jelas Dirkrimsus.

“Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 dan/atau Pasal 378 atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Terkait TTPU kami masih dalami,” sebutnya.

Yuliar mengatakan, tidak menutup kemungkinan terdapat tersangka lain dalam perkara yang menjerat Zainal Tayeb dan pihaknya bakal mendalami lagi kasus tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Kalau dalam penyelidikan ada, ya kita proses juga,” tegasnya.

Hanya saja terang Kombes Yuliar, pihaknya tidak bisa melakukan penahan terhadap Zainal Tayeb. Ini dikarenakan ia sudah ditahan di Polres Badung atas laporan berbeda.

BACA JUGA:  Bos Kuta Paradiso Divonis Bebas di Tingkat Banding

“Tetap kita jalani (pemeriksaan), kita ambil keterangannya juga, tapi kan di mana dia ditahan diambil keterangan di sana lah,” tuturnya.

Terpisah, kuasa hukum pelapor, Bernadin mengatakan bahwa kliennya memang melaporkan Zainal ke Ditreskrimsus Polda Bali mengenai kerjasama tanah di Royal Garden Residence di kawasan The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

“Awalnya kerjasama di Royal Garden Residence di Nusa Dua, kemudian ada beberapa sertifikat yang dia tidak mau menandatangani HGB nya, padahal kita sudah bayar lunas,” jelas Bernadin.

Bernardin mengungkapkan akibat perbuatan Zainal Tayeb, kliennya disomasi oleh customer yang sudah membayar. Sehingga kliennya juga melakukan somasi ke Zainal Tayeb mengenai masalah ukuran dan tidak melakukan penandatanganan sertifikat hak guna bangunan.

Namun setelah disomasi, Zainal Tayeb enggan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik sehingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

“Awalnya begitu. Dan ada juga orang asing sudah beli tanah di sana juga tidak dapat tanahnya. Itu lah awal mula kita laporkan ke Krimsus. Karena di Reskrimsus itu kan ada (penanganan) tindak pidana pencucian uang,” terang Bernardin.

“Intinya kami sangat mengapresiasi kinerja Polda Bali khususnya, Ditreskrimsus. Terkait TTPU, kami serahkan ke penyidik Ditreskrimsus,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Mila selaku kuasa hukum Zainal Tayeb dengan nada tegas menyarankan wartawan agar silahkan konfirmasi ke pihak pelapor.

“Saya tidak mau komentar. Pelapornya sudah buat distory-nya,” pungkas Mila. (agw)