Tewaskan 6 Orang, Polri Sebut Perang Antar Suku di Yahukimo Dipicu Meninggalnya Abock Busup

Peristiwa kerusuhan di Yahukimo, Papua menewaskan 6 orang warga. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, salah satu penyebab terjadinya peristiwa di Yahukimo, Papua yang menewaskan 6 orang warga, karena adanya isu tentang meninggalnya mantan Bupati Yahukimo Abock Busup. Ia ditemukan meninggal dunia di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat.

“Kita telah mengetahui bersama kasus penyerangan Gereja GIDI Yahukimo. Salah satu penyebabnya adalah isu tentang meninggalnya saudara Abock Busup,” kata Rusdi kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Abock merupakan mantan Bupati Yahukimo. Dia juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Papua.

Meski begitu, Rusdi meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu tersebut tersebut.

“Yang terpenting bagi masyarakat di Yahukimo tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar dengan meninggalnya korban. Polda Papua sedang menangani kasus ini dan terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Dia menegaskan, untuk penyebab pasti meninggalnya Abock Busup masih didalami petugas. Meski begitu, pihak keluarga merasa keberatan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“(Penyebab kematian) Ini masih didalami. Karena saat akan dilakukan autopsi untuk diketahui penyebab meninggalnya Busup, dari keluarga sendiri keberatan. Dan warga menyatakan telah menerima ini sebagai suatu takdir dan keluarga juga akan menjelaskan kepada keluarga yang lain bahkan masyarakat di Yahukimo. Sekarang kasus ditangani Polda Papua,” tegasnya.

“Sekarang sedang dilakukan penyelesaian kasus ini, kita tunggu dulu. Untuk sementara jenazah korban ada di Jayapura. Kasus sekarang sengan ditangani oleh Polda Papua, nanti bagaimana Polda Papua untuk memperjelas kasus ini. Apakah dilakukan autopsi atau sebagainya, kita lihat perkembangannya,” sambungnya.

Lalu, terkait dengan penyerangan yang dilakukan oleh salah satu suku di Yahukimo sendiri, masih didalami oleh petugas.

BACA JUGA:  Buntut Sumbangan Rp2 T Akidi Tio yang Bikin Heboh, Kapolda Sumsel Diperiksa Propam Mabes Polri

“(Alasan spesifik menyerang suku lain) Sedang dialami. Tapi isu yang berkembang penyebabnya adalah akibat kematian dari Abock Busup,” ungkapnya.

Polisi juga sedang mendalami provokasi dari penyerangan tersebut. 56 Orang telah diperiksa untuk mencari dalang peristiwa berdarah tersebut.

“(Tersangka) Masih didalami. Masih ada sekitar 56 orang yang diminta keterangan. Kita tunggu saja kabar dari Papua, berapa orang yang dijadikan tersangka dalam kasus penyerangan,” ungkapnya.

Kronologi Meninggalnya Abock

Ia menjelaskan, Abock meninggal pada 3 Oktober 2021. Berawal saat petugas hotel, Taufiq Ismail sekitar pukul 08.00 Wib mengetuk pintu kamar 1707 yang tak mendapat jawaban dari penghuni kamar tersebut.

“Sehingga yang bersangkutan mengontak temannya Ridwan yang melaporkan bahwa tidak ada respon dari kamar 1707. Oleh karena itu, dari kedua petugas hotel ini menyampaikan kepada rekan korban yaitu Yipwa yang bermalam pada kamar 1725. 3 Orang ini menuju ke kamar 1707,” jelasnya.

“Dibuka kamar melalui manual dan ketika berhasil dibuka, korban atas nama Abock Busup diketemukan telah meninggal dunia. Kemudian dilaporkan kepada manajer hotel yang bertugas pada saat itu, memang didapati keterangan dari para saksi-saksi ini, tidak ditemukan kekerasan pada tubuh korban. Tidak diketemukan benda-benda lain, tidak ditemukan obat-obat pada sekitar jenazah,” sambungnya.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 Wib, korban dikirim ke RS Melia Cibubur untuk dilakukan penangan lanjutan. Lalu, pada pukul 15.00 Wib, petugas baru mendapatkan laporan dari masyarakat atas tewasnya Abock Busup.

“Kemudian kepolisian mendatangi hotel, melakukan olah TKP, mengumpulkan alat-alat bukti di sekitar lokasi. Kemudian juga aparat menuju ke RS Melia, dari keterangan dokter yang menangani atau menerima jenazah di RS Melia, didapati keterangan bahwa ketika datang, dead on arrival. Artinya korban telah meninggal dunia ketika sampai di RS, tidak juga ditemukan tanda-tanda kekerasan di sekitar tubuh korban dan juga tidak ditemukan benda-benda lain, obat-obatan dan sebagainya ini juga tidak diketemukan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Satgas Ingatkan Masyarakat agar Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Diunggah ke Medsos

Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan keluarga yakni adik korban Sinod Busop. Dari keterangan Sinod menjelaskan kepada aparat kepolisian, tidak perlu dilakukan autopsi kepada korban. Karena, pihak keluarga telah menerima peristiwa itu sebagai sebuah takdir.

“Keluarga telah menerima dan saudara Sinod akan menjelaskan peristiwa ini kepada keluarga dan juga masyarakat di Yahukimo. Kemudian jenazah korban dilakukan koordinasi, kemudian sekitar pukul 24.00 Wih, jenazah korban diterbangkan ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Garuda,” ucapnya.

“Jadi meninggalnya daripada korban ini diyakini bahwa merupakan suatu proses yang wajar. Walaupun pada saat ini Polres Jakpus masih terus melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya korban ini,” tutupnya. (itn)