Satu Lagi Medali Perak Disumbangkan Sri Diana Wati untuk Kontingen Bali di PON Papua

Salah satu atlet putri muathay andalan Bali, Luh Mas Sri Diana Wati saat berlaga di partai final PON XX Papua. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Salah satu tlet putri andalan Bali dari cabang olahraga muathay, Luh Mas Sri Diana Wati yang turun di nomor waikru kembali menyumbangkan satu medali perak untuk kontingen PON XX di Papua.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Minggu (3/10/2021) malam di GOR STT GIDI Jayapura, Mas Diana Wati babak di final dipaksa menyerah oleh atlet tuan rumah Tiara Lail Kurnia M.

Perunggu di nomor ini diperoleh atlet Sulawesi Selatan Nadya Indah dan Novita Anggi (Bengkulu). Perak yang diraih  Diana Wati sudah diprediksi sebelumnya karena di nomor tersebut atlet tuan rumah sulit ditaklukkan.

Pelatih muathay PON Bali I Wayan Suwita, Senin (4/10/2021) mengatakan, pertandingan muathay banyak dikeluhkan peserta dari provinsi lain karena ada pergeseran nomor yang dipertandingkan yakni nomor waikru, justru nomor tarung beberapa kelas dipertandingkan pertama.

“Kondisi itu membuat Luh Mas Diana Wati sempat jengkel dan kecewa. Apalagi sudah menunggu lama naik ring tak kunjung dipanggil,” kata Suwita.

Suwita mengaku kecewa berat dengan adanya perubahan jadwal pertandingan. Akibatnya anak asuhnya menunggu sekitar 6 jam baru bertanding.

“Kondisi itu sudah saya prediksi sebelumnya dengan memberikan motivasi kepada Luh Mas Sri Diana Wati agar tidak down mentalnya dan mampu mengatasi masalah tersebut. Akhirnya Luh Mas Sri Diana Wati bisa lepas dari tekanan itu dan semangat melakukan pemanasan,” ucap Suwita.

Kontingen PON Bali sementara sudah mengoleksi 10 medali emas, 4 perak dan 9 perunggu. Dari perolehan ini, Bali berada pada peringkat kelima di bawah DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat dan Jawa Timur.

BACA JUGA:  Walikota Cup 2020 Resmi Dibuka, Gali Potensi dan Tingkatkan Prestasi Atlet

Bali masih bisa menambah banyak medali emas lagi karena beberapa cabor andalan seperti karate, kempo, pencak silat dan panjat tebing belum masuk final. (*/itn)