KPK Ajak Penegak Hukum di Bali Bersinergi Tangani Kasus Korupsi

Rakor program pemberantasan korupsi terintegrasi di Polda Bali. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak aparat penegak hukum di Provinsi Bali untuk memperkuat sinergitas dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor).

“Kami memandang penting kegiatan koordinasi dan supervisi sebagai upaya memperkuat sinergitas,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi tTrintegrasi di Polda Bali, Rabu (4/10/2021).

Karena demikian Alex, berdasarkan pengalaman saat ini masih terdapat perbedaan persepsi terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi.

“Salah satu yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini adalah terkait perhitungan kerugian negara. Kami menyarankan tidak perlu dilakukan audit berkepanjangan. Cukup BAP hasil justifikasi penyidik dan ahli BPK atau BPKP,” ujarnya.

Terkait rapat koordinasi, Alex menjelaskan bahwa kegiatan ini berdasarkan Pasal 10 Undang-undang Nomor 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dalam melaksanakan tugas supervisi, KPK melakukan pengawasan, penelitian, dan penelaahan terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Kapolda Bali Irjen Pol. I Putu Jayan Danu Putra dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa saat ini terdapat 74 personelnya yang tersebar di seluruh wilayah Bali untuk menangani tindak pidana korupsi.

Kendati terlihat minim lanjutnya, seluruh personel yang bertugas berupaya maksimal untuk menyelesaikan kasus tindak pidana korupsi yang ditangani.

“Selama 5 tahun terakhir, total jumlah kasus tipikor yang telah selesai sebanyak 119 kasus dari total 273 kasus, sedangkan 154 kasus masih proses sidik,” jelasnya.

Kapolda juga menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, khususnya yang dia rasakan di Polda Bali.

Salah satunya yakni proses pelaksanaan audit yang membutuhkan waktu cukup lama, bahkan terkadang sampai melebihi waktu satu tahun anggaran. Hal ini dirasakannya menjadi tantangan tersendiri dalam menyelesaikan perkara.

BACA JUGA:  Mesin ATM Dibobol, Salah Satu Pelakunya Mantan Karyawan Perusahaan

Irjen Putu Danu mengaku sepakat untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Bali. Pihaknya lantas berharap forum-forum koordinasi dan kerjasama akan memperkuat sinergitas antara jajarannya dengan segenap pemangku kepentingan.

Ditambahkan, yang perlu ditingkatkan dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi di wilayah Polda Bali adalah melalui forum kerjasama dengan memperkuat sinergitas moral aparat pemerintah dalam melakukan sosialisasi bersama dengan APIP.

“Seperti tadi sama-sama kita saksikan terkait forum penyuluhan antikorupsi dan komite advokasi daerah,” ucapnya. (agw)