Mengaku Tak Kuat Dengar “Pawisik”, IRT di Denpasar Nekat Akhiri Hidup

Polisi saat tiba di TKP korban tewas gantung diri. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial NWSD (39) ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya di Jalan Kaswari Ujung nomor 15, Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

“Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh anaknya,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Minggu (3/10/2021) di Denpasar.

Sebelumnya, pada Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 20.00 Wita, anak korban Putu Ngurah Gunada (17) yang pulang usai bermain memanggil-manggil namun tak ada jawaban.

Saksi lalu menuju kamar ibunya namun saat itu pintu terkunci. Curiga, Putu kemudian mendobrak pintu dan melihat orangtuanya dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamar.

“Saksi lalu membuka ikatan kain selendang dan menurunkan ibunya. Setelah itu diangkat dibawa ke garase sambil menangis meminta tolong,” ucap Kasi Humas.

Ia kemudian menghubungi ayahnya yang tengah berada di Jembrana dan memberitahu peristiwa tersebut.

Dari kamar korban, petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan menemukan sebuah surat wasiat.

Di mana isinya “Pak tiyang (saya, red) tidak kuat mendengar pewisik. Kalau tiyang meninggal tolong bakar dan abenkan dengan daun buah bunga dan air. Bilang sama keluarga di Selasih, Jero Sri tidak kuat mendengar pawisik. Priasan di dompet” bunyi surat. (agw)

BACA JUGA:  Puluhan Warga Pejeng Kangin, Gianyar Terpapar Covid-19 karena Klaster Keluarga